Senin, 25 Agustus 2014

Berkendara Di Jalan

Setiap hari ada berapa ribu atau juta kendaraan yang berada di jalan. Besar, kecil, roda dua, tiga, empat dll semua tumpah ruah di jalan. Masing - masing menuju tujuannya baik tempat kerja, pasar, sekolah, swalayan, rumah dll. Pengendaranya pun, ada yang sudah sangat terlatih atau pengalaman berkendara, ada yang setengah - setengah baru bisa ada pula yang bahkan baru belajar. Biasanya yang cenderung cepat ada di tengah, yang cenderung lambat ada di pinggir. Kendaraan roda dua di jalur roda dua dan kendaraan besar atau roda empat dijalurnya juga.

Saya mau cerita kisah saya dan keluarga beberapa waktu lalu. Suatu pagi suami saya mengantar anak saya ke sekolah dengan bersepeda motor. Jalan ke sekolah anak saya ada dua jalur, biasanya kendaraan motor melewati jalur yang sempit dan mobil memilih jalur satunya lagi yang agak lebar. Jalan yang sempit ini sebenarnya bisa dilewati mobil tetapi akibatnya motor akan tidak bisa melewatinya berbarengan jika dari arah yang berlawanan ( tidak bisa berpapasan ). Hampir semua orang tua yang mengantar anaknya tahu mengenai dua jalur itu. Entah kenapa pagi itu ada insiden yang melibatkan dua orang tua yang sedang mengantar anaknya. Sebuah mobil yang sepertinya mobil yang masih baru melewati jalur sempit, dan ada sebuah motor yang terlanjur lewat disitu. Bodohnya mobil memaksakan lewat begitu saja tanpa melihat bahwa jalannya tidak cukup untuk dua kendaraan, alhasil motor dan pengendara terguling jatuh kesamping dan anda tahu? disampingnya adalah kolam ikan yang untungnya kering saat itu tetapi cukup dalam jika dari jalan. Bapak - bapak yang jatuh itu tertimpa motor matic yang berbodi cukup gemuk itu, dan terjatuh dari ketinggian pasti sakit. Anda tahu kemudian yang terjadi? si bapak pengendara mobil tak bergeming sedikitpun, bukannya keluar menolong bapak yang terjatuh dari motornya, atau sekedar meminta maaf pun tidak. Kemudian suami saya yang berada disitu waktu itu bersama beberapa orang tua yang lain menolong mengangkat motor dengan susah payah dari kolam  yang cukup dalam ke atas jalan kembali. Bapak - bapak yang membawa motor tampak marah dan kesal terlebih pemilik mobil sama sekali tidak keluar dari mobilnya, dengan muka memerah sang bapak itu membanting helm ke kap mobil dengan keras sambil berucap " Emang lu aja yang punya mobil ? gue juga punya !! nembak dimana SIM lu dan bla bla bla ". Bapak di dalam mobil itu juga tidak bergeming dan suami saya pun segera pergi dari situ.

Saya yang diceritain kok sampai geleng - geleng, orang kaya kok searogan itu. Sekedar menolong dan meminta maaf saja susah. Kebetulan yang jatuh itu tampaknya orang yang berpunya juga dan orang dari luar kota, jadi dia dengan berani marah - marah kepada si bapak yang punya mobil. 

Cerita kedua, ini saya alami bertiga, kebetulan saya dan keluarga berkendara ke perpus minggu kemarin. 

Kami berkendara mendekati lampu merah kecepatan sedang cenderung berhenti karena di depan habis pasar ada lampu merah. Motor di depan kami dikendarai seorang perempuan kami mengekor di belakangnya. Tiba - tiba motor belok kiri dan berhenti mendadak tanpa menyalakan lampu sign, tentu saja motor kami hampir menabraknya karena jarak yang cukup dekat tadi. Suami dengan kesal langsung mengklakson panjang, karena perempuan itu juga berhenti masih agak di tengah jalan bukan di pinggir jalan. Lalu apa yang terjadi? tiba - tiba seorang pemuda dengan motornya juga datang dari arah belakang kami, berhenti tepat disamping saya dan anak saya, dengan nada marah berkata " ada apa pak ? ( nada yang sama bukan ? mungkin setiap orang yang pacaran seperti ini pertanyaannya ) ini pacar saya, ada apa? " dengan nada menggertak sedikit nantang. Suami saya juga kesal dan semakin kesal dengan tingkah sepasang anak muda ababil itu. Saya ingat betul plat nomer kendaraan pemuda itu dan motor apa yang dikendarainya, plus mukanya. Sebelum suami saya makin panas saya bilang ke suami "sudah, sudahlah biarkan saja " karena beberapa orang disitu juga sudah menatap kami, padahal dalam hati saya pengen getok kepala tuh pemuda. Suami saya menggerutu "sudah salah, malah nantang pula". Saya bukan hanya menggerutu lebih dari itu, dalam hati saya mengutuknya.

Saya yakin perempuan itu tidak biasa berkendara, dan tampak ragu - ragu. Dan anda tahu dari yang paling menyebalkan dan bisa membahayakan di jalan? adalah tindakan ragu - ragu. Saya memilih mendahului dan memacu kendaraan lebih cepat daripada harus dibelakang orang yang berkendara ragu - ragu dan tampak masih takut - takut. Sebab sudah berulang kali di belakang orang seperti ini malah bikin kebanyakan ngerem motor. Harus pandai - pandai membaca kendaraan yang melaju dan juga harus waspada, dahulupun ketika awal - awal naik motor saya juga sering jatuh tapi saya tidak takut tetap saja berkendara. Pokoknya penuh perhitunganlah dijalan, dengan kecepatan kendaraan segini apakah kita bisa mendahuluinya? sebelum kendaraan dari arah berpapasan dll. Seringnya saya salut dengan yang berkendara mobil karena mereka begitu sabar menghadapi kemacetan ataupun ketika berkendara.

Ada pula hal yang menyebalkan di jalan saya lihat berulang kali, sepasang muda mudi atau dua orang yang berkendara berjejer berdua. Dengan santainya sambil ngobrol pula seperti jalan hanya milik mereka saja. Halooooo, ini jalan umum, kalau mau ngobrol sambil berkendara di lapangan saja. Kalau sudah seperti itu dengan senang hati kami akan mengklaksonnya keras - keras sampai salah satu berjalan di depan atau di belakangnya.

Satu lagi hal yang menyebalkan bagi saya, ketika bus besar antar kota saling salib dan ugal - ugalan di jalan. Mereka seperti tidak peduli bahwa ada sekian banyak motor yang sedang melaju juga. Pernah saya suatu waktu berkendara dan dari arah berlawanan ada bus besar antar kota ini nyalib bus di depannya. Padahal sopir bus itu melihat, saya ulangi melihat ada saya dan motor lain dari arah berlawanan dan dengan nekadnya maksa menyalib, kemudian yang terjadi adalah jalan di habiskan olehnya dan saya sampai harus turun ke rumput - rumput di samping jalan. Ini menyebalkan dan sudah entah berapa sumpah serapah orang dibuatnya. Saya sampai kesal, bus - bus itu lebih baik cari jalan sendiri jangan di jalan yang kami lalui saja, dari pada membahayakan kami.

Demikian cerita saya soal berkendara semoga ada manfaatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.