Selasa, 20 Januari 2015

Obat Terlarang

Penyalahgunaan narkoba di Indonesia sudah mencapai 4,2 juta orang pada tahun 2011 (BNN). Bahkan ada 200 juta orang pertahun yang meninggal akibat penyalahgunaa narkoba ini. Sebenarnya jika dalam jumlah sesuai dalam dunia medis obat -obat psikotropika bisa sangat bermanfaat. Masalahnya penyalahgunaannya terus memakan korban jiwa.

Masih hangat berita eksekusi mati beberapa orang yang divonis mati kasus narkoba ini. Kita juga masih ingat beberapa waktu lalu kisah bebasnya tahanan kasus narkoba yang bahkan mendadak seperti jadi artis di negara asalnya. Kita mungkin tidak melihat betapa efek mengerikan yang ditimbulkan narkotika ini. Atau mungkin diantara kita ada saudara atau sahabat yang juga menjadi korbannya.

Saya hendak bercerita tentang seseorang yang saya kenal yang menjadi korban narkotika ini. Mungkin jika kita membaca beritanya, bahan narkoba ini hanya beberapa kilogram atau bahkan hanya beberapa gram saja tetapi lihat harga jual yang milyaran rupiah itu. Tentu saja ini menjadi bisnis menggiurkan terutama bagi Indonesia yang berpenduduk begini banyak. Memang hanya beberapa kilogram atau gram tetapi lihat efeknya bagi jutaan orang yang menggunakannya. 

Saya kenal seseorang pemakai narkoba ini sebut saja Kun, karena masih saudara jauh tentu saja saya tahu bagaimana sifatnya. Yang saya tahu dia baik seperti kebanyakan pemuda lainnya, dan sopan juga pendiam. Kun juga anak orang berpunya sehingga pergaulannya juga cukup luas. Selama dia sekolah di Jakarta dia mengenal barang haram itu. Keluarga Kun juga baik- baik saja tidak ada masalah. Tetapi ketika orang tuanya mengetahui Kun memakai barang haram itu maka Kun dipindahkan sekolah di kota lain agar jauh dari kawan -kawannya itu. Bahkan Kun sempat berulang kali di rehabilitasi dan dibawa ke pondok pesantren untuk penyembuhan. Tetapi lagi -lagi itu belum berhasil, bahkan di kota yang baru dia kembali mengkonsumsi barang itu. Sepertinya Kun sudah adiktif bahkan sifatnya mulai berubah. Jauh berubah, seiring dengan menurunnya kondisi fisik Kun. Terakhir kali saya bertemu dengannya di suatu acara keluarga di rumahnya ketika itu dia sudah keluar masuk Rumah Sakit. Tubuhnya tampak kurus, lemah dan selalu memakai jaket keman -mana. jauh berbeda dengan saat dulu masih sekolah, saat belum separah itu. Komplikasi organ dalam membuatnya menyerah dan akhirnya berpulang. Dia satu- satunya anak lelaki di keluarganya dan akhirnya harus menyerah karena obat terlarang itu. Usianya juga masih cukup muda dan karena narkoba akhirnya harus mengakhiri hidupnya.

Cerita lain datang dari keluarga di kampung saya sana. Barang haram itu bahkan sudah sampai di perkampungan sekalipun pada belasan tahun yang lalu. Dia hampir sama dengan kisah yang pertama, anak orang kaya yang sepertinya tidak kekurangan suatu apa. Lagi -lagi karena pergaulannya yang luas dan kemungkinan demi gengsi atau prestis dihadapan kawannya dia akhirnya juga mengkonsumsi barang haram itu. Pemuda ini sebut saja Ken, akhirnya bisa berhenti mengkonsumsi obat terlarang itu. Ken saat ini masih hidup tetapi entah karena penggunaan jarum suntik atau apa dia saat ini menderita sakit yang tidak akan terobati seumur hidupnya. Sesal selalu datang terlambat, fisiknya juga semakin menurun.

Saya dulu hanya berpikir barang ini tidak akan sampai separah itu hingga membawa kematian. Saya melihat sendiri bagaimana mereka menderita gara- gara narkoba ini. Ternyata bahkan lebih menyakitkan karena hanya meracuni tubuh dan pikiran pemakainya. Semoga anak cucu dan generasi mendatang terbebas dari masalah narkoba ini, amin.

2 komentar:

  1. Yah, setidaknya kita harus bersyukur negara kita sudah berani memberlakukan eksekusi hukuman mati bagi para gembong maupun siapapun yang berurusan dengan narkotika dalam kategori berat. Sampai kapapnpun Narkotika emang tak akan bisa diberantas habis, namun setidaknya sudah ada upaya positif dari pemerintah sebagai efek jera.

    BalasHapus
  2. Arief W S : iya betul, indonesia konon surga bagi peredaran narkotika apalagi penduduknya yang berjumlah cukup besar, semoga saja generasi mendatang bebas dari narkotika. Pemerintah sudah sepatutnya bertindak tegas seperti itu agar pelakunya jera.

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.