Rabu, 14 Mei 2014

Review Film "Kimi To Boku"

Review Film "Kimi To Boku"

Kucing adalah binatang yang lucu. Dan saya sangat suka kucing hehe. Film yang hendak saya ceritakan kali ini juga tentang kucing. Film Jepang ini berjudul Kimi To Boku. Apabila diartikan kurang lebih “Kau dan Aku”. Cerita film ini sebenarnya sangat sederhana saja, tentang perjalanan hidup seekor kucing dengan pemiliknya. Justru karena sederhana itu bagi saya ceritanya menarik dan apik.

Review Film "Kimi To Boku"



Suatu hari seekor anak kucing berwarna abu-abu dan loreng hitam bertemu dengan seorang pemuda di sebuah lapangan basket. Mereka berdua sedang sama-sama menatap langit malam yang dipenuhi cahaya bintang.  Lantas kucing yang tanpa pemilik itu di bawanya pulang dan di rawatnya.

Review Film "Kimi To Boku"


Pemuda yang dari awal hingga akhir saya kebingungan mencari namanya ini, hidup di kos –kosan dimana pemiliknya melarang penghuni kos memelihara binatang. Hingga pada suatu hari si bapak pemilik kos ini berkunjung dan melihat kelucuan kucing itu dan membolehkannya karena ternyata sang istri juga menyukai kucing.

Review Film "Kimi To Boku"

Pemuda itu bekerja paruh waktu sebagai penjaga sebuah swalayan dan pekerjaan utamanya menggambar atau membuat komik atau manga. Pemuda ini memiliki seorang kawan laki-laki yang sesekali berkunjung di kosnya atau sekedar makan bareng di luar. Suatu hari pemuda ini bertemu dengan seorang wanita kawan sekolahnya yang juga seorang komikus. Dan hubungan keduanya juga begitu-begitu saja. Film ini juga berkisah dari sudut pandang si kucing lucu yang diberi nama Gin’ougo yang berasal dari kata Gin atau Ginkan yang berarti Bimasakti. Seperti si kucinglah yang bercerita dari awal hingga akhir.  Makanya saya kesulitan mencari nama pemain-pemainnya, hanya kucing itu saja. Walaupun kawan lelakinya itu lebih suka menamainya Naruto.

Semula karena komiknya suka ditolak dia sempat menempel pengumuman untuk adopsi kucingnya. Hingga suatu hari ada seorang ibu yang hendak mengadopsi kucing itu. Tetapi entah karena apa si pemuda itu justru mengejar ibu-ibu itu dan meminta kembali kucingnya.

Review Film "Kimi To Boku"


Hari berganti hari si kucing semakin besar dan tiba tiba sakit. Terpaksa dibawa ke dokter oleh pemiliknya dan ternyata akhirnya si kucing mati di pangkuan.  Nangis deh dia. Eh, maksud saya adegannya jadi mengharu biru gitu. Apalagi kata –kata si kucing yang bercerita ini. Lantas film diakhiri dengan menayangkan sebuah buku komik, mengenai kisah kucing dan pemuda itu di sebuah rak toko buku dengan nama pemuda itu, nah baru tahu kalau itu nama pemuda itu hehe. Namanya Yamamoto Shigemi, entah itu nama tokoh pemuda dalam film itu atau justru komik aslinya yang diadaptasi jadi film itu. Ada satu kalimat yang saya kutip di film ini yang artinya kurang lebih :

“ Tak adakah hal yang ingin sekali kamu ungkapkan”
Kalimat ini di ucapkan oleh penerbit komik dimana pemuda itu mengajukan komiknya untuk diterbitkan, kemudian bapak itu merasa komiknya belum begitu bagus lalu bapak itu berkata kalimat tersebut di atas.
Yah, begitu saja cerita sederhana , mengenai film kucing kali ini. Selanjutnya saya mau cerita lagi, tentang kucing juga. 

Review Film "Kimi To Boku"




MITOS KUCING

Ada mitos yang beredar di masyarakat mengenai kucing. Ada yang bilang kucing memiliki banyak nyawa. Ada pula orang percaya bahwa siapa yang menabrak kucing di jalan harus menguburkan mayatnya atau merawatnya jika sakit atau luka. Jika tidak maka akan bernasib sial. Ada juga orang mati yang dilompati kucing hitam maka orangnya akan hidup kembali. Wah menakutkan sekali kalau begitu. Mengenai ini saya mau cerita mengenai hal yang nyata saja, terserah apa itu ada hubungannya atau tidak. Terserah juga anda menilainya bagaimana, sebuah kebetulan atau apa.  Toh saya tidak memuja –muja kucing hanya menyukainya saja.  Selain itu kucing juga dihubungkan dengan sesuatu yang misterius,  misalnya saja kalau jaman dahulu kucing di kaitkan dengan penyihir .  Bagaimana bisa kucing seheboh itu, padahal kucing hanya binatang lemah yang lucu dan manja. Dan sebab itulah banyak orang menyukainya.

Kawan saya bercerita, kalau entah itu ada hubungannya atau tidak. Dia cerita dahulu dia sempat juga menabrak kucing tetapi dia tidak tahu kucing itu mati atau tidak. Hanya karena itu dia takut melewati jalan itu lagi. Hingga kesialan muncul, mobilnya katanya di lempar kacanya oleh orang hingga pecah. Kemudian mobil itu juga akhirnya tabrakan ketika di pakai oleh saudaranya. Entah itu ada hubungannya atau tidak. Ya mungkin kebetulan saja ya.

Demikian cerita dan review kali ini. 


2 komentar:

  1. nah kalo ini saya belum baca. nanti deh Insya Allah.

    BalasHapus
  2. zachflazz : oke pak siap, silahkan jika mau kembali membaca hehe

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.