Sabtu, 11 Maret 2017

Lee Raven Boy Thief




Judul: Lee Raven Boy Thief
Penulis: Zizou Corder
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: April 2011
Tebal: 296 Halaman

Lee Raven divonis menderita disleksia dan bagi ayah Lee, itu berarti Lee bodoh sekali. Karena itu Lee meninggalkan rumah dan bertahan hidup mengandalkan bakat utama keluarga Raven : mencopet.

Suatu hari, tanpa sengaja Lee mencuri benda kuno yang sangat berharga, yang membuatnya berurusan dengan banyak pihak. Dari yang berwajib hingga orang-orang yang menginginkan benda itu. Benda yang membuat orang yang pernah menitipkannya tewas.

Benda yang sangat berharga itu sebuah buku tua, buku tua bernama Nebo, yang merupakan buku istimewa yang dibentuk dari tanah liat sisa penciptaan manusia pertama. Saya suka cerita seperti ini, bikin penasaran dan penuh petualangan, seperti Pangeran Pencuri milik Cornelia Funke, Inkheart atau Rooftoppers milik Katherine Rundell yang baru saja terbit.

Bukan karena aku yang memilih-kau pikir aku punya pilihan untuk pergi ke mana? Cobalah kau menjadi buku. Kau pergi ke mana kau ditaruh, dan begitulah....sampai mana aku tadi?-hal 88

Kalau di buku Rooftoppers mereka bermain-main di atas atap, kalau di Pangeran Pencuri berlarian di gang-gang dan bioskop kosong, berbeda lagi Lee yang menelusuri lorong gelap dan kotor di bawah tanah. Jika di Inkheart ada perempuan dengan rumah penuh buku, di sini ada toko penjual buku antik milik Mr Maggs. Ehm... dari pada saya cerita panjang lebar di sini dan salah-salah nanti spoiler pula, kalau ingin tahu cerita lengkapnya sila baca langsung bukunya.

Eh omong-omong soal spoiler, saya di awal-awal nulis blog ini belum paham apa itu spoiler, jadi maaf kalau semua diceritakan. Tapi soal spoiler juga, saya kok nggak ngaruh ya. Apakah pernah baca reviewnya yang pake bocoran atau enggak, kalau ceritanya kira-kira saja suka ya langsung cari, seperti buku ini. Beberapa buku yang saya anggap bener-bener bagus justru buku yang jarang dibahas dengan heboh dan seringnya dari awal saya lihat judulnya saja saya sudah suka. Atau penulisnya juga jaminan bukunya bagus atau enggak. Kalau misalnya saya suka buku-buku Harper Lee atau mbak Dee maka hampir semua buku karyanya pasti saya suka dan saya baca. Lagi-lagi masalah selera mungkin, atau mungkin buku yang ngena di hati masing-masing orang juga berbeda-beda. Tapi buku yang memang menang penghargaan biasanya benar-benar bagus, saya juga menikmati membacanya.

Keluar sebentar dari buku ini, yaitu mengenai target membaca saya, buku ini seharusnya habis di bulan Januari kemarin, nyatanya baru sekarang saya membacanya, namanya rencana he he. Kalau Black Beauty sudah saya buka bukunya, sekilas saya baca-baca, lebih tebal dari buku ini. Kalau buku ini selesai baru saya baca yang itu. Sepertinya bakal mundur dari jadwal juga kalau buku Black Beauty. Oke, kiranya ini saja sedikit mengenai buku Lee Raven ini semoga bisa menarik minat anda untuk membacanya, selamat berakhir pekan dan selamat membaca.

2 komentar:

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.