Senin, 31 Agustus 2015

Buku: Dunia Kafka


Buku Haruki Murakami berjudul "Dunia kafka" ini buku pertama Murakami yang saya baca. Saat itu saya juga melihat buku karangan Murakami yang lain "IQ 84" tetapi karena lumayan tebal saya mengambil yang ini saja. Saya penasaran dengan tulisan Murakami karena pernah membaca penulis dari negeri itu sebelumnya. Dari beberapa tulisan kawan yang sudah membaca juga membuat saya makin penasaran seperti apa. 

Gambar sampul edisi cetakan yang berbahasa Indonesia ini menjelaskan sebagian besar dari cerita. Dari kucing hitam, burung gagak yang merupakan pemuda Gagak tokoh yang sepertinya imajinasi Kafka, orang tua bertongkat dan truk.

Sebenarnya saya malah bingung baca review dan sinopsis dari kawan yang sudah membaca duluan buku ini. Entah kenapa saya malah menafsirkan lain mengenai cerita di buku ini. Mungkin saya perlu membaca berulang-ulang seperti saran mereka agar paham. Dugaan saya semula justru dua tokoh utama dalam kisah ini Kafka Tamura dan Satoru Nakata si pencari kucing adalah satu orang. Tetapi dari dua waktu yang berbeda dan bertemu, dengan melihat keduanya sama-sama lupa ingatan. Penghubung Kafka dan Satoru Nakata adalah kaos berlumuran darah, yang didapat saat Satoru Nakata kecil pingsan dan dipukul gurunya. Mungkin juga Kafka kecil yang saat itu pingsan berkelana dan bertemu dirinya di masa depan yaitu Satoru Nakata. Sedang Sakura dan nona Saeki adalah bukan ibu dan kakaknya, Kafka hanya merasa begitu.  Sepertinya hilang ingatan menjadi topik yang bagus di buku ini. Campuran mitos soal batu penghubung dunia limbo dan dunia sesungguhnya, senjata kimia yang membuat pingsan murid-murid, dan dibumbui kondisi psikologis tokohnya. Selebihnya saya masih kurang paham. Mungkin ini cerita manusia-manusia di dunia limbo yang ingin kembali ke dunia sebenarnya melewati pintu penghubung berupa batu di sebuah kuil. Buku ini menurut saya sangat bagus, karena membuat saya menebak-nebak dan bingung. Mungkin saya baru pembaca pemula untuk buku-buku semacam ini.

Baiklah, sekian saja semoga ada manfaatnya.

2 komentar:

  1. Kalau baca karangan murakami tak jamin bikin kepala muter tujuh keliling. Tapi emang disitu letak kekuatan tulisan murakami. Ketika kita bertambah bingung, disaat itulah kita makin tersedot dalam alur cerita dan ingin segera cepat2 mencari jawabannya namun murakami seolah mengulur-ulurnya dan menguji kesabaran kita. Aku salah satu korban murakami di salah satu karyanya, Norwegian wood. Top abis pokoknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Arief W.S : satu lagi korban Murakami hehe , aku yang Norwegian wood malah belum baca, kemarin lihat yang IQ 84 haduuh tebel banget masih belum yakin baca. Iya buku Murakami memang terkesan bertele-tele tapi bagus karen bikin penasaran.

      Hapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.