Sabtu, 04 Juli 2015

Puasa dan Hadiah

Ramadhan ini umat muslim sedang menjalankan puasa, tak terkecuali anda tentunya. Dan yang berbeda di keluarga saya adalah anak saya. Bila tahun kemarin dia masih puasa setengah hari, bulan ini alhamdulillah sudah puasa full. Semoga sampai bulan puasa berakhir masih terus puasanya.

Ayahnya menjanjikan jika nanti puasanya full akan diberi hadiah. Layaknya anak lainnya, anak saya senang dan bersemangat puasa. Sebenarnya saya sendiri masih khawatir dengan anak saya, karena saya pikir dia masih terlalu kecil. Sebenarnya kata kawan saya tak apa kalau itu keinginan anaknya sendiri. Ya memang ada orang tua yang dari kecil anaknya sudah dibiasakan puasa sehari penuh tetapi ada juga yang cuek dengan anaknya puasa atau tidak. Saya masih kasihan saja toh juga masih anak-anak itu tadi.

Kemudian ayahnya mendorongnya puasa dengan diberi hadiah jadi dia semakin semangat puasanya. Saat itu dia sempat mau puasa setengah hari tetapi karena saya bilang coba dulu dan ternyata dia kuat. Jadi untuk hari selanjutnya dia tampak biasa saja. Bangun untuk sahur dan buka bersama.

Sebenarnya sistem hadiah ini juga bukan berlaku pada anak kecil saja, bagi orang dewasa sistem hadiah ini masih sering kita jumpai. Membeli suatu barang dengan hadiah yang menarik sehingga orang akan tertarik untuk membelinya. Bahkan hadiah yang diberikan kadang begitu fantastis, misalnya kopi berhadiah mobil atau makanan anak-anak berhadiah wisata dan lainnya. Melakukan sesuatu untuk mendapatkan pahala dari amal ibadah kita. Hadiah sendiri tampak sebagai iming-iming yang menggiurkan bagi siapa yang melaksanakannya. Jadi saya membayangkan jika suatu hari kita hanya melakukan sesuatu yang memberi kepuasan batin saja misalnya, apakah kepuasan hati itu juga sebuah hadiah sebenarnya. Hanya saja bukan material. Atau mungkin sebenarnya hadiahnya untuk kesehatan kita sendiri. Hadiah ini memancing setiap orang untuk mendekat dan melihat atau bahkan terus melaksanakan. Saya membayangkan jika puasa ya puasa saja, tanpa iming-iming apapun apa masih ada yang mau melaksanakannya. Tentunya bukan puasa wajib seperti bulan Ramadhan ini karena kita sudah tahu benar aturannya dalam Islam. Tetapi sekali lagi hadiah sebagai sesuatu yang mendorong pelakunya menjadi lebih antusias dan memandangnya menjadi sebuah hal yang berbeda.

Apapun alasannya, selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan bagi sobat semua.

4 komentar:


  1. aku juga minta hadiah, kerena puasaku bisa full seharian. Hadiah mobil ya ?

    BalasHapus
  2. Djangkaru Bumi : hehehe lah cocok mas buat lebaran itu

    BalasHapus
  3. benar juga ya, saya sering tuh liat produk supermarket yang hadiahnya kemana-mana supaya banyak yang tertarik beli produknya. setelah di pikir-pikir rupanya org dewasa juga suka di iming-iming 'permen'

    Selamat menjalankan ibadah puasa. semoga lancar :)

    Dream Big!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ida Yusnilawati : mungkin untuk menarik minat konsumen itu tadi mbak jadi 'permen' masih berlaku juga bagi orang dewasa dalam bentuk lain

      selamat menjalankan ibadah puasa juga, amiin :)

      Hapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.