Jumat, 12 Desember 2014

Buku Lukisan Kaligrafi

Buku berjudul Lukisan Kaligrafi ini karya A.Mustofa Bisri atau biasa disebut Gus Mus. Buku ini memang buku kumpulan cerpen yang sudah cukup lama terbitnya. Siapa yang tidak kenal Gus Mus ini. Tapi jujur baru kali ini saya membaca kumpulan cerpennya. 

Buku ini berisi 15 cerpen yang pernah dipublikasikan di beberapa media cetak. Gus Mus ini multi talenta, penulis, pelukis, penceramah dan lain lain. Mengingat kehidupan Gus Mus di lingkungan pesantren maka penggambaram kehidupan di pesantren sangat detail saya baca disebagian besar cerpennya.

Beberapa tulisannya bahkan terkesan mengkritik beberapa hal di lingkungan kita. Tapi saya suka dengan tulisannya di buku ini, bahkan saya menemukan istilah -istilah yang belum saya ketahui sebelumnya.

Gus Jakfar bercerita mengenai pertemuan Gus Jakfar dengan Kiai Tawakkal alias Mbah Jogo yang mengingatkan agar tidak takabbur, ujub dan sikap lain yang membesarkan diri karena di kasih cobaan berupa anugerah.

Gus Muslih bercerita mengenai Gus Muslih yang seorang alim mengajarkan kasih sayang kepada semua makluk. Disini juga diceritakan suka duka Gus Muslih sebagai pembaharu dalam masyarakat yang cenderung tidak suka dengannya.

Amplop-amplop Abu -abu bercerita mengenai tokoh 'Aku' yang seorang mubaligh yang suka memberi ceramah kesana kemari. Dan bagaimana pertemuannya dengan amplop abu-abu yang misterius berisi pesan dari Khidir. Ada juga sedikit kritik disana-sini.

Bidadari itu dibawa Jibril bercerita sosok wanita berjilbab bernama Hindun yang sangat ekstrim yang kemudian salah pergaulan dengan pengikut Jibril sehingga justru malah berakibat Hindun kehilangan agamanya.

Ning Ummi bercerita tentang Ummi anak seorang kyai yang sepertinya sangat sempurna,cantik, pintar, idaman setiap santri putera, dan memiliki harapan tinggi pada calon pendampingnya. Justru kisahnya berakhir menjadi istri ke empat seorang kyai tua.

Iseng bercerita tentang tokoh 'aku' dengan kisah cintanya seoarng wanita bernama Syahrazad Nurul Jannah di masa mudanya dan kini bertemu kembali setelah 30 tahun lebih berpisah.

Lebaran tinggal satu hari lagi bercerita tentang doa seorang wanita bernama Siti untuk suaminya yang dituduh menjadi teroris. Kekuatan sebuah doa.

Lukisan kaligrafi bercerita tentang lukisan kaligrafi Allah yang tidak jadi karena habis catnya. Tetapi justru lukisan ini terjual mahal.

Kang Amin bercerita tentang Kang Amin dengan cintanya pada putri - putri seorang Kyai. Sedangkan Kang Kasanun bercerita tentang Kasanun yang menuntut ilmu yang tiada guna.

Ndara Mat Amit bercerita tentang Ndara Mat Amit yang nyeleneh kasar tetapi ternyata seorang wali mastur.  Bagaimana seseorang tidak hanya dinilai dari apa yang bisa dilihat atau covernya saja. Hati orang siapa yang tahu.

Mbah Sidiq bercerita tentang seorang Mbah Sidiq yang terkenal pintar dan tempat para pembesar meminta fatwa dari langit yang ternyata membawa kabur istri dan harta seorang Nasrul.

Mubaliq Kondang bercerita tentang seorang mubaligh kondang Sudin yang masa lalunya di pesantren ternyata nakal. Ngelmu sigar raga bercerita tentang ilmu yang tidak bermanfaat apabila digunakan untuk hal yang buruk.

Terakhir Mbok Yem bercerita tentang kisah mantan wanita penghibur mbok Yem di masa lalu yang bertobat dan menebus dosa dengan berhaji. Suaminya mbah Joyo mendapat kemudahan disaat mereka naik haji. 

Demikian semoga bermanfaat sobat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.