Jumat, 06 Juli 2018

Anak dan Kebahagiaan

Tadi siang ketemu teman perempuan yang baru saja menikah di umur 40 tahunan. Sampai sekarang, setelah beberapa tahun menikah dia belum dikaruniai anak. 
Aku nggak berani nanya-nanya soal anak, atau sekedar bahas soal anak pun di depannya, takutnya salah ngomong malah bikin tersinggung. Pas lagi diem setelah ngobrol ini itu, dia tiba-tiba menanyakan soal anakku, sudah kelas berapa sekarang. Aku agak kaget juga, soalnya memang aku nggak bahas soal itu. Aku jawab pendek saja, habis itu dia komentar 'lha syukur mbaknya udah punya putra (anak) lha saya belum mbak'. Lalu saya jawab 'ya sabar mbak, nikmati hidup saja dengan masnya'. Aku jadi ngomong kalau punya anak juga susah, repot, nakal, belum lagi biaya sekolah sekarang mahal dll (malah curhat). Dia hanya ketawa saat mendengarnya. Nggak usah dengar kata orang, kataku padanya, jalani saja dan nikmati saja hidup. Kalau memang pengin ya adopsi saja dulu. Dia juga bilang iya, wong masnya juga nggak nuntut soal itu. Btw umur dia udah 48 tahun. Adeknya juga perempuan, cantik umur hampir 40 tahun malah keluar kerja belum lama ini katanya demi mengurus ortunya yang sudah sepuh, karena mbaknya tadi setelah menikah ikut suami, jadi yang ngerawat ortunya nggak ada.

Rumput tetangga selalu nampak lebih hijau ya mbak, batinku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.