Sabtu, 21 Oktober 2017

Andai

Seandainya dia berhenti, mungkin dia tidak akan ketinggalan sesuatu.


Itu yang saya pikirkan setelah melihat kejadian tadi di jalan. Ya, saat di jalan tadi sempat melihat sesuatu yang nampaknya menarik. Seseorang  menunjuk-nunjuk sebuah mobil bak terbuka yang sedang lewat. Dia juga menunjuk sebuah kardus yang tergeletak di tengah jalan. Dari isi di bagian belakang mobil itu kelihatannya itu kardus yang sama yang terjatuh dari sana.

Kemudian saya atau mungkin orang lain yang melihatnya mungkin sempat berpikir untuk  mengingatkan mobil itu, karena di depan ada lampu lalu lintas. Jadi ada kemungkinan dia berhenti, dan mungkin seseorang bisa mengingatkan orang itu jika salah satu muatannya terjatuh. Saya kira saat lampu kuning mungkin dia akan berhenti, tetapi ternyata dugaan saya keliru, dia terus melaju saat lampu merah. Jadi, saya atau mungkin orang lain tidak akan sampai mengejar mobil itu. Karena kami berhenti di lampu merah, sedang dia melaju telah jauh.

Saya kira pengemudi mobil itu merugi satu kardus yang jatuh tadi. Bagaimana kalau itu barang berharga, jika isinya cukup bernilai? meskipun hanya satu kardus jika kurang satu tentu menjadi masalah baginya. Saya melihat mobil itu memuat banyak sekali kardus dan sayangnya tidak ditutup dengan baik sehingga mudah terlempar atau terjatuh. Dan, seandainya dia berhenti saat lampu lalin kuning tadi mungkin dia tidak akan kehilangan satu kardus itu. Dia mungkin mengejar waktu tetapi kehilangan satu hal yang lain.

Begitu juga dalam hidup, terburu-buru mungkin tidak baik. Ada kalanya kita harus berhenti, pelan dan mendengarkan sekeliling. Mungkin ada sesuatu yang akan kita butuhkan dan cukup penting. Nasihat ini untuk siapa? untuk pengingat saya sendiri juga yang hobi terburu-buru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.