Rabu, 24 Mei 2017

Pengalaman Pertama Jalan Santai

Jalan sehat, senam dan aktivitas lainnya

Jalan kaki, lari jarak jauh, sebagian dari aktivitas yang jarang sekali saya lakukan. Saya berjalan kaki paling jauh hanya sepanjang jalan utara ke selatan jalan Malioboro. Meskipun kawan-kawan ada yang setiap hari sabtu sering lari keliling alun-alun tetapi saya belum pernah ikut. Saya juga pernah diajak kawan untuk ikut senam tetapi belum pernah ikut juga. Di halaman kecamatan dekat kantor, setiap hari tertentu ada kegiatan senam yang diikuti oleh ibu-ibu atau mbak-mbak di sekitar situ.


Kalau ibu-ibu itu senam biasanya membayar beberapa ribu saja sekali pertemuan. Jadi para pesertanya bukan itu-itu saja, dan senamnya juga tidak berat-berat dan tidak sulit gerakannya. Saat itu sebenarnya teman ikut senam bukan saja karena ingin menguruskan tubuh, tetapi lebih untuk menjaga kesehatan, selain umur yang sudah tidak muda lagi juga gaya hidup yang tidak sehat itulah yang membuat khawatir. Banyak duduk, makan sembarangan, minum kopi dan merokok juga melemahkan kebugaran tubuh berangsur-angsur dengan perlahan.

Pengalaman pertama jalan santai

Berjalan santai cukup jauh bagi saya pribadi hampir tak pernah saya lakukan. Kenapa saya sebutkan santai? karena jalannya kalau nggak santai malah nggak bakalan kuat. Aktivitas banyak duduk justru mendominasi keseharian. Olah raga menjadi barang langka yang sebenarnya ingin saya lakukan. Meskipun kalau dipikir-pikir aktivitas memasak dan bersih-bersih rumah cukup menguras energi dan tenaga. Tapi yang namanya olah raga beneran ya harus loncat-loncat gerak-gerak tubuh sampai berkeringat. Misal lari, jalan kaki, atau yang lainnya.

Sejak saya sakit beberapa tahun lalu saya cukup memanjakan tubuh, maksudnya jarang memaksakan beraktivitas terlalu berlebihan. Akibatnya bisa dibilang manja beneran tubuh saya. Jalan kaki sebentar saja sering ngos-ngosan, kepanasan sedikit pusing. Dan kemarin saya terpaksa, ya terpaksa karena memang terpaksa, ikutan jalan berkilometer jauhnya. Semula saya hanya merencanakan 2 kilometer saja dan akan kembali saja. Soalnya saya berjalan kaki dengan anak saya dan kawan-kawan lainnya. Ketika sudah setengah jalan baru nyadar kalau saya kembali berarti saya jalan 4 kilometer juga jadi saya kembali melanjutkan jalan kaki.

Setengah jalan saya mulai kelelahan, tetapi setelah jalan lagi dengan sesekali berhenti istirahat saya, anak saya dan lainnya berhasil menyelesaikan jalan beberapa kilometer itu. Dan ini jalan santai paling jauh yang saya pernah lakukan, dan entah kenapa saya jadi kepingin ikut lagi ya.

Mencegah sakit pada kaki setelah berjalan jauh

Ini hanya cerita pengalaman saya kemarin saja, bukan tip atau trik mengatasi otot sakit dan lainnya. Jadi saya bisa bayangkan dari nggak pernah jalan jauh sama sekali terus langsung jalan sepanjang itu pasti kaki bisa sakit. Karena beberapa hari sebelum jalan santai itu saya sempat melakukan sedikit latihan gerakan sederhana saja sakitnya sudah lumayan apalagi itu. Setelah jalan santai saya olesi kaki dengan minyak tawon, saat itu langsung pulang ke rumah ortu, dan penginnya minyak kayu putih tetapi nggak ada. Saya juga mikir kaki anak saya bukan semata kaki saya sendiri, karena anak saya benar-benar ikut jalan kaki sampai selesai. 

Sambil sedikit dipijat, kaki yang capek saya luruskan dan beristirahat sepanjang sore. Setelah mandi saya balurkan juga air dari parutan jahe ke kaki, hangatnya lumayan juga. Paginya kaki yang saya khawatirkan sakit ternyata enggak begitu sakit, hanya sedikit bagian sendi itu pun saya tahu karena saat itu saya sempat bertukar sepatu dengan anak saya jadi kaki saya jalannya tidak stabil. Selebihnya saya hanya tinggal sesekali memberi minyak kayu putih saat mau tidur, hasilnya lumayan kaki saya dan anak saya baik-baik saja tidak sakit lagi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.