Sabtu, 25 Februari 2017

Siapakah Mereka?

Baru kemarin saya melihat beberapa orang berjubah berjalan-jalan dengan tergesa. 

Pakaian mereka kebanyakan serba putih, dengan kopiah dan janggut yang lebat. Saya kira anggota kelompok itu, karena biasanya mereka berpakaian begitu. Saya melihat sekilas ke mereka sambil naik motor saat lewat. Tetapi ternyata bukan, saya lihat dari dekat ternyata mereka hampir semuanya berwajah orang-orang dari luar negeri. Seperti orang arab atau orang afrika karena sebagian ada yang berkulit hitam. Dengan pakaian dan tampilan mereka begitu tentu sangat mencolok karena sangat berbeda dengan orang kebanyakan di daerah sini. Mereka juga hanya berjalan kaki dan itu cukup jauh, entah mau kemana, berjalan dua-dua sekitar 6 orangan dan hanya satu orang yang paling belakang yang mengendarai sepeda motor. Atau mungkin mereka turis kesasar ke daerah sini ya? Mereka tidak membawa semacam tas besar di pungung atau barang-barang berat seperti bepergian, bahkan tidak membawa apa-apa. Saya hanya menduga mungkin mereka orang asing dan sedang ada acara di sini.

Omong-omong soal orang asing ini saya jadi ingat kapan itu pas pulang ke rumah ortu, mereka cerita tentang orang-orang yang sama asingnya. Yang ini tapi masih orang Indonesia, tetapi bukan dari daerah kami. Mereka ada sekitar 8-11 orang dan tinggal di masjid kami. Entah ada ijin atau tidak pada pihak desa atau yang berwenang. Bapak saya cerita mereka tinggal, tidur, berkegiatan dan makan di sana. Di sekitar masjid dan kegiatan yang ada biasanya pengajian-pengajian atau ceramah. Bapak cerita mereka dari luar daerah bahkan ada yang dari luar Jawa. 

Saat saya cerita ke teman saya ternyata hal serupa sudah terjadi cukup lama di daerahnya, kawan saya juga tinggal di Jogja. Di sana orang-orang ini juga memberikan pengajian dan tinggal di sekitar masjid. Mereka memasak sendiri dan tinggal di situ. Saya hanya berpikir, dari mana mereka mendapat uang atau dana, kalau mereka tidak bekerja? Bagaimana juga dengan keluarga yang ditinggalkan? karena tetangga ada yang pernah tanya ternyata sebagian ada yang sudah memiliki keluarga dan keluarganya itu (istri dan anaknya) ditinggalkan di daerahnya. Mereka ini akan menetap beberapa hari hingga beberapa minggu kemudian pindah ke tempat lain dekat situ. Begitu cerita kawan saya dan begitu juga yang terjadi di tempat ortu saya.

Siapa sebenarnya mereka? apa tujuannya melakukan hal itu? Apakah ini juga terjadi di daerah lain? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.