Rabu, 12 November 2014

Lima Belas Tahun


Hujan deras pagi ini persis sama dengan hujan 8 tahun yang lalu. Pagi itu bis yang membawaku pulang, melaju dalam hujan sederas ini. Dan hari ini, peristiwa itu kembali membayang di mataku. Tapi kali ini, aku sedang duduk di ruang tunggu UGD sebuah Rumah Sakit.

Lima tahun yang lalu, aku di pertemukan lagi denganmu di sebuah sosial media. Mungkin Tuhan mendengar do'aku, aku hanya ingin tahu kabarmu. Itu saja. Galau, kacau dan akhirnya lagi- lagi masuk UGD.

Lima belas tahun yang lalu, aku pertama kali merasakan percik- percik kembang api di dadaku ini. Dan baru kusadari ada dirimu di kelas kita. Meskipun pada pada awalnya aku bergumam dalam hati, dengan sombongnya, "Mana mungkin aku jatuh hati pada lelaki ini". Tuhan mungkin mendengar gumamanku. Betapa sombongnya aku saat itu. Tapi sungguh tidak seperti itu sebenarnya. Aku gagal kali ini Tuhan. Dua tahun setelahnya, aku mendengar semua tentangmu dari seseorang, dan itu bagiku seperti Dua Jam Terpanjang dalam hidupku.Tahukah kau seseorang itu? Dia mantan kekasihmu. Dan aku tak pernah menduga, dengan bodohnya, bahwa dia mantanmu.

Lima belas tahun yang lalu. Siang itu, hari terakhir aku di gedung itu. Aku berdo'a dalam hati, "Tuhan semoga dia datang hari ini". Tuhan lagi-lagi mengabulkan do'aku. Kulihat dirinya berjalan dari arah berlawanan denganku, suara anak- anak yang bercengkrama di kanan- kiri. Kulihat matamu sekilas menatapku, ya hanya itu. Kita berpapasan seakan kita tak saling kenal satu sama lain. Aku ingin mengubur semua harapanku padamu. Mulai hari itu. Saat aku BW ketemu dengan sebuah blog yang bagus isinya. Aku membaca sebuah Quote bagus di blog Namarappuccino itu :

Itulah alasan aku belajar melupakanmu. Sedikit demi sedikit, walau sedikit itu telah begitu panjang hingga 15 tahun lamanya. Dan benar, ketika aku berjalan kembali semua terasa lebih baik. Aku menemukan seseorang lain yang bisa bersamaku, hingga kini. Mungkin dia tidak sesempurna dirimu, tetapi dia lebih bisa bersamaku dari pada kamu. Kini, perasaan itu perlahan pergi berganti dengan perasaan baru. Karena aku memilih untuk melepasmu. Melepas perasaan yang dulu itu.

Jika mengingatmu, aku kembali membaca-baca tulisan di blog Namarappuccino, di situ aku menemukan banyak kisahku, dan mungkin kisah - kisah kalian. Disitu banyak bertabur kata - kata bagus, bahkan aku kesulitan jika harus memilih satu atau dua cerita saja. Di situ, ada berbagai cerita yang aku juga merasakannya. Jika aku butuh ekstra semangat, aku membaca tulisannya, jika kalian mungkin patah hati, sedih mungkin kalian perlu kesana. Blog itu seperti toko obat, obat bagi hati-hati yang terluka. Yang di Rumah Sakit manapun tidak ditemukan obatnya.

Setelah beberapa tahun kulewati ternyata aku hanya tersenyum ketika menengok kebelakang, tapi sungguh ketika aku melewati itu, tidak semudah itu.

24 komentar:

  1. sukses aja yah buat GA-nya, keren tulisannya

    BalasHapus
  2. ngebayangin percik kembang api di dada pasti lumayan seru tuh, hehe

    BalasHapus
  3. ini harus menang, tolong laporkan saya ya mbak, kalo nggak dimenangin, hehe

    BalasHapus
  4. untung aq nggak patah hati
    nanti kalau patah hati akan kesana deh mencari obatnya

    BalasHapus
  5. Kang Muro'i : makasih, aminn semoga menang mas :)

    Pak Zach : hehehe keinget videonya Katy perry pak maaf , aduh pak amin pokoknya amin semoga ya pak

    BalasHapus
  6. Yanto cungkup : hehe bagus mas kalau tidak patah hati, patah satu tumbuh seribu begitu katanya, monggo saja kalau meluncur ke blog Namarappuccino
    makasih sudah di follow juga mas :)

    BalasHapus
  7. sukses mak GA nya...jadi penasaran nih sama blog Namarappuccino

    BalasHapus
  8. Rina Susanti : makasih bu, amiiin , monggo silahkan ke blognya Namarappuccino

    BalasHapus
  9. Bagus Hermawan : terimakasih :) sudah berkunjung

    BalasHapus
  10. Tulisannya keren, minta follback boleh? Hehehe

    BalasHapus
  11. Semoga menang
    biar semua senang
    sedih dan galau hilang

    :)

    BalasHapus
  12. Imron Rosadi : makasih, oke aku follback :)
    biasanya aku rada bingung kalau follow kalau gak segera follback hehe maaf

    BalasHapus
  13. Anisayu Nastutik : amiin makasih mbak, semoga yaaa

    BalasHapus
  14. kak, follback blog saya boleh? :))

    BalasHapus
  15. Langit senja : oke, segera meluncur :)

    BalasHapus
  16. iya sama2
    tombol replay nya mana nih

    BalasHapus
  17. saya simak artikelnya lagi mbak

    BalasHapus
  18. Yanto cungkup : tombolnya gak ada mas hehe gak bisa bikinnya T.T
    silahklan kalau mau disimak lagi mas

    Pak Zach : ada pak, tunggu bentar saya cari kleponnya dulu hehe

    BalasHapus
  19. ceritanyaa samaa seperti teman saya .. dia menyukai lakilaki hingga 5 tahun lamanya sampai skrg dia bisa bahagia lagi dengan orang lain

    BalasHapus
  20. Vinashoponline: ada juga ya yang mengalami itu, syukurlah akhirnya bisa move on, untung hanya 5 tahun ya tdk spt cerita itu hhehe

    BalasHapus
  21. asti widya : makasih mbak :)

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.