Jumat, 20 Mei 2016

Tertukar

Ini bukan cerita Putri yang Tertukar seperti sinetron itu, ini soal yang lain.

Beberapa bulan yang lalu saya perpanjangan STNK motor. Saya kesebuah tempat pelayanan samsat yang berada di samping sebuah bank. Saat itu hari sabtu beruntung saya selesai cepat karena jam pelayanan hanya sampai jam 11 saja. Setelah selesai saya pulang dan menjalani hari saya seperti biasa. Dan itu kali pertama saya mengurus sendiri perpanjangan STNK, biasanya suami yang melakukannya.

Kemudian kemarin karena suatu urusan saya membuka buka buku BPKB saya itu. Dan saya kaget bukan main, ternyata BPKB saya bukan BPKB motor saya itu. Jadi waktu itu petugas samsat di sana memberikan saya BPKB yang salah. Dan ya karena terburu-buru saya tidak mengeceknya, dan bahkan perlu diketahui saya berpikir itu pasti BPKB yang sudah benar. Dan ternyata saya keliru. Petugas yang teledor itu menyerahkan BPKB orang lain pada saya.

Masalahnya itu dua bulan yang lalu saya kembali kesana menanyakan pada petugasnya dan jawabannya hanya disuruh menghubungi bapak pada alamat BPKB. Bahkan maaf saja tidak keluar dari mulutnya. 

Sebagai catatan ya: Kebanyakan saran yang saya dengar suami, bapak petugas itu bahkan orang yang sedang antri di sana-yang saya nggak butuh komentarnya- adalah "kenapa baru sekarang? kenapa tidak di cek saat itu?" Hei please ya, yang salah petugasnya, kenapa saya jadi yang disalahkan. Seperti begini, anda dirampok dan kemudian anda disalahkan karena membawa barang berharga kemana-mana? oh please deh. Masalahnya BPKB bisa berpindah tangan atau pemilik, bagaimana jika itu bukan pemilik BPKB pertama? saya harus mencari ke mana? diantara sekian banyak orang hari itu yang mengurus perpanjangan BPKB sampai sekarang belum ada yang lapor ke sana lagi telah tertukar atau gimana. Sialnya bahkan merk motornya saja berbeda. Bagiamana saya memastikan salah satu orangnya dari sekian banyak orang itu? iya kalau yang tertukar hanya dua BPKB kalau empat? pusinglah saya.

Dan yang bikin saya kesal adalah permohonan maaf saja petugas itu tidak melakukannya. Semua masalah ini ujung-ujungnya saya yang harus mencari solusi dan petugas hanya meminta nomor ponsel yang akan dihubungi jika ada yang kesana menanyakan hal serupa. Bahkan sikap bapak petugas yang tadi saya hadapi itu -FYI dia petugas yang sama dengan waktu itu, yang lain sudah berubah- dia malah nanya 'petugasnya yang mana?' lha jelas di situ tidak ada nama petugas seperti pada kasir bank, ketemu sekali bagaimana saya hapal semua petugasnya? kenalan?

Sehari setelahnya, saya mencari alamat orang tersebut. Dan menemukannya, alhamdulillah dengan cukup mudah. Kata si ibu yang saat itu saya temui, dia sudah ke sana menanyakan soal BPKBnya itu, dan petugas dari sana menyarankan 'menunggu' saja nanti pasti ada yang mencari. Bayangkan, dia disuruh diam menunggu dan saya disuruh kesana. Dan saya ingat kata petugasnya - ini petugas yang sama dengan waktu saya perpanjangan- bahwa belum ada yang ke sana mencari BPKBnya. Gimana coba? Kepanikan saya waktu itu ternyata terlalu berlebihan, ternyata setelah berjalan mudah saja menemukannya.

Inti cerita, lain kali kalau perpanjangan STNK lihat baik-baik BPKBnya sudah betul belum hehehe...

6 komentar:

  1. Ini mah kadar Galau yang berlebihan Mbak :D

    BalasHapus
  2. Punya saya juga ketukar nih stnknya tapi belum di urus, ada saran ngga mas ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sarannya segera ditukar dengan stnk yang benar hehe
      salam kenal ahmad G, makasih sudah mampir

      Hapus
  3. Saya juga stnk yang warna coklatnya tertukar nih mas, giamana ada saran ngga ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. idem dengan yang di atas ya
      tanyakan saja ada yang salah kasih juga nggak
      semoga hanya dua saja jadi lebih mudah mencarinya

      Hapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.