Jumat, 09 Oktober 2015

Tafsir Dukun dan Setan

Seseorang dibakar, disiksa hingga mati karena tafsir seorang dukun. 

Di Boyolali seseorang berinisial ES yang berumur baru 18 tahun, meninggal karena pengeroyokan dan pembakaran. Jadi korban yang meninggal ini dituduh mencuri sejumlah uang dan televisi milik salah seorang penganiaya, padahal korban masih kerabat dengan salah satu penganiaya.

Enam orang menjemput korban dan kawannya pada september 2015 lalu, kemudian mereka dianiaya, disiram bensin dan dibakar. Saya baca di sebuah situs lain kronologis penganiayaan cukup mengerikan, dari ditendang, dipukuli, kepala dimasukkan air dan kemudian dibakar, hingga si korban meminta dibunuh saja karena tidak kuat dengan siksaan.

Anehnya, semua prasangka itu berdasar petunjuk dari seorang dukun. 

Tanpa bertanya dulu, tanpa mengusut benar tidaknya dia mencuri, tanpa pembelaan, tanpa pengadilan yang jelas mereka main hakim sendiri. Akhir-akhir ini kekerasan sering muncul memakan korban, dari anak kecil hingga aktivis penentang tambang pasir yang belum lama ini. Kenapa begitu mudahnya nyawa orang lain mereka hilangkan. 

Saya sering mendengar kalau hal jahat pasti bisikan setan.

Kenapa kita senang sekali menuduh setan sebagai kambing hitam semua kejahatan? Lihat yang nyata dan terlihat mata dulu saja daripada menyalahkan setan. Setan tidak terlihat sulit untuk membuktikan atau mendeteksi keberadaannya. Kenapa mereka tidak berkaca terlebih dahulu, apa yang mereka lakukan itu lebih mirip tindakan yang mereka kategorikan sebagai setan. 

Sebenarnya saya pernah membaca komik pendek tentang setan dan manusia yang seperti itu, saya lupa milik siapa. Dulu saya hanya menganggap lucu-lucuan saja, tetapi setelah melihat beberapa kejadian ini, saya merasa komik pendek itu ada benarnya.

Selamat hari Jum'at sobat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.