Senin, 19 Oktober 2015

Negara Kaya yang Berlagak Miskin

Krisis listrik di Indonesia, itu mengherankan.

Negara Indonesia, negara yang terdiri dari banyak pulau, pantai yang begitu luas dan banyaknya. Hembusan angin yang tiada henti di tiap tepinya. Ini bisa kita manfaatkan sebagai pembangkit listrik juga, dengan angin yang banyak di sepanjang pantai, bagian mana yang kurang pantai di negara ini?

Sinar matahari yang tidak berhenti setiap tahunnya, mampu menggosongkan kulit-kulit bule asing yang berjemur di Ubud. Air yang melimpah, ombak yang banyak dan besar-besar tempat surfing yang cukup dikenal dunia. Jadikan ini pembangkit listrik juga. Sungai dengan aliran air deras ada di mana-mana, jika saja merasa kesulitan dengan angin dan ombak laut. Masak kita kalah dengan negara Eropa yang notabene dingin dan cenderung minim matahari justru mampu menggunakan listrik dari panel surya.

Gas alam yang banyak dari negara yang dilewati cincin pegunungan api dunia. Semburan gas alam dimana-mana kadang sampai pada ketakutan. Kenapa tidak dijadikan sumber gas untuk kebutuhan warga atau sumber kebutuhan hidup lainnya. Kurang hebat bagaimana Tuhan ciptakan negeri indah ini? Kitanya saja yang kurang bersyukur.

Kekayaan alam yang begitu berlimpah, sehingga orang asing yang memanen hasilnya karena kita tak mampu mengolah kekayaan alam ini. Kasihannya.

Jika alasannya sumber dana, ambil saja atau sita saja kekayaan para koruptor itu yang trilyunan jumlahnya, apa susahnya? Atau tidak mau saja ya. Jika alasannya sumber daya manusianya, ya ajari mereka generasi mudanya sebaik mungkin. Jangan melepas para pakar teknologi dan ilmuwan ke luar negeri saja, hargai mereka jangan sampai dicuri negara lain karena kebodohan negara ini.

Mungkin kita termasuk negara yang tidak riya' yang tak mau menyombongkan kekayaan kita. Atau negara yang berlagak miskin.

4 komentar:

  1. gak usah jauh-jauh energi terbarukan. lihat yg di depan mata, batubara. yg digunakan pltu. daerah penghasilnya justru nyaris tidak ada listrik. batubaranya kalau gak ke jawa ya, ke luar negara larinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih ramah lingkungan kalau energi terbarukan.

      Apakah warganya sudah protes ke pemda atau pejabat berwenang, bagaimana peran pejabat di daerah kok bisa begitu keadaannya. Kalau pejabat di daerahnya sendiri tidak berfungsi dan tidak peduli bagaimana pusat tahu keadaan di sana. Yang paling dekat saja tutup mata, bagaimana yang jauh.

      Hapus
  2. Hm,,, :) hm...
    Profesor dan orang cerdas kurang dihargai di sini, makanya tak jarang banyak dari kalangan berilmu pilih hidup di negeri orang.

    Bukan dirayu atau diculik, tapi atas pilihan sendiri karena di negeri sendiri kurang dihargai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fikri: iya sepertinya banyak yang begitu, di negeri orang segala fasilitas penelitian juga lengkap dan lebih dihargai itu tadi.

      Hapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.