Rabu, 13 Mei 2015

Mbak Misterius

Aku ingat sesuatu. Sesuatu yang telah bertahun lalu terjadi. Sesuatu seperti kata seorang penyanyi itu. Sesuatu yang membuatku bertanya-tanya hingga kini. 
Seorang perempuan berkulit putih, berpotongan rambut cepak dan sangat tomboy. Sepatu yang dikenakan sudah berulang kali dikenakan untuk naik gunung. Kamarnya tidak menampakkan kamar seorang cewek, ada satu boneka besar itupun menyeramkan. Boneka monyet berbulu keriting warna hitam menakutkan, aku takut monyet. Tak akan kau temukan bedak, parfum ataupun lipstik di ruangannya. Jangankan itu, kaca saja tidak ada. Mungkin dia tidak membutuhkannya, karena dia sangat cantik. Anak Bandung, suka bertualang, sesekali ada kawan bulenya main ke kostan. Dia tak pernah canggung dengan orang yang baru ditemuinya, bahasa Inggrisnya juga lancar. Kadang dia hilang sehari dua hari, dan aku tak tahu dia kemana. 


Dia ramah, dia juga tidak jaim, makan apapun dia ayuk aja. Dia pernah masak, kukira dia tak bisa masak, dia membuat karedok dari tauge dan kacang panjang. Rasanya cetarr, pedes banget tapi aku suka. Itu satu-satunya masakan yang kuingat pernah dia buat. Sesekali dia tidur di kamarku, habis bercerita semalaman sampai tertidur. Banyakan dia cerita pendakiannya di beberapa gunung di Indonesia. Mengenai hantu tak berkepala, mengenai kabut dan badai di puncak gunung. Aku suka mendengarnya karena sekalipun aku belum pernah naik gunung. Mungkin tak akan pernah. Gunung yang kukunjungi hanya sampai kaki gunungnya.

Suatu malam aku melihat ada sebuh buku di kamarnya, buku seorang pengarang terkenal. Aku meminjamnya dan membacanya di kamar. Hingga suatu hari mbak cantik tidak pulang beberapa hari, hingga ditanyakan ibu kost. Kami juga tak ada yang tahu, karena mbak cantik sangat misterius. Kami tidak ada yang kenal kawan mbak cantik itu. Dia menghilang begitu saja hingga beberapa bulan lamanya. Hingga ibu kost terpaksa mengemasi barangnya karena sudah berbulan-bulan tidak ada kabar. Kemudian kamar itu ditempati orang baru lainnya. 

Hingga bertahun kemudian sampai aku keluar dari tempat itu, masih tak ada kabar mbak cantik itu. Anehnya semua barangnya banyak yang tertinggal seperti baju dan peralatan mendaki juga beberapa barang pribadi lainnya, terakhir aku melihat ibu kost mengepak barang itu dengan karung dan menyingkirkannya atau disimpan aku tak tahu.

Kenangan tentang mbak misterius yang cantik itu masih teringat hingga kini. Orangnya supel dan lucu, pembawaannya ceria terus. Saya lupa siapa namanya karena sudah belasan tahun yang lalu, seandainya dia membaca cerita ini pasti dia ingat. Tidak begitu tinggi dan langsing dia. Wajahnya mirip Lily Collins dengan rambut cepak, badannya juga mungil begitu.

Semoga mbak misterius yang cantik baik-baik saja dimanapun dirimu kini berada.

4 komentar:

  1. kisah nyatakah? jika iya....alangkah misterius sekali mbak cantik itu....salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amri Evianti : iya kisah nyata. mbaknya hilang begitu saja, salam kenal juga :)

      Hapus
  2. ckckckckck, jadi ikut penasaran saya, di mana ya?kalau ada kabar saya dikabari ya besok *jadi kepo* hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amri Evianti: hehe sip mbak, kalau ketemu ya.

      Hapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.