Minggu, 05 Agustus 2018

Deja Vu 2

Saya pernah menulis sedikit mengenai Deja Vu di sini.


Saya dari kemarin ingin menulis tentang ini lagi. Karena saat itu hanya menulis berdasarkan apa yang saya alami saja tanpa pernah membaca lebih banyak informasi mengenai ini. Beberapa waktu lalu jadi berusaha mencari lagi artikel tentang ini, dan saya lebih setuju dengan pendapat yang menjelaskan melalui cara kerja otak.

Kenapa di tulisan saya terdahulu saya hanya mengemukakan pendapat saya sendiri? karena saya dulu sering sekali mengalami deja vu. Sekarang sudah bisa dikatakan tidak pernah lagi mengalaminya, karena saya sudah tahu cara kerja dan kemunculan deja vu.

Saya merangkum beberapa tulisan mengenai ini, sayangnya beberapa saya lupa dari tulisan siapa, maafkan. Yang tiga poin di bawah ini bukan dari saya sendiri.

  • Bahwa memori manusia bekerja dengan cara analog, kejadian tersebut pernah terjadi di masa lalu.
  • Menurut ahli psikologi Emile Boirac ada 3 jenis deja vu, yaitu deja senti, deja vecu dan deja visite (dari artikelbermutu.com)
  • Penyebabnya bisa obat-obatan, penyakit saraf, hal mistis (saya tidak setuju jika hal ini dihubungkan dengan hal mistis), dan sistem kerja otak.
Saya lebih setuju dengan penjelasan di blog terkenal enigmablogger.com, pada teori sigmund Freud yang menjelaskan bahwa deja vu terjadi karena gangguan akses memori di otak atau perhatian yang terpecah. Omong-omong saya suka membaca tulisan-tulisan mas Enigma dari sejak awal-awal ngeblog, analisanya logis, seperti investigasi dan sangat teliti, apalagi untuk kasus-kasus misterius.


Saya sendiri mengandaikan jika memori otak kita seperti halnya memori sebuah komputer. Setiap kali kita membuka suatu file kemudian menutupnya lalu berpindah membuka file yang lain lagi. Begitu setiap hari dengan memakai banyak sekali file tanpa pernah merapikannya. Biasanya saya akan merapikan file yang acak di memori dengan men-defrag setiap tempat penyimpanan. Bayangkan jika otak juga bekerja dengan cara serupa, kita mengacak memori kita tanpa pernah menata dan merapikannya, maka otak sendiri mengalami sedikit kebingungan. Saya rasa pengalaman seperti 'perasaan pernah mengalami' itu datang dari kekacauan memori otak itu tadi.

Jika ingin terhindar dari deja vu saran saya hanya satu, jangan mengingat kejadian di waktu lampau terus menerus apalagi dalam waktu yang acak berulang-ulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.