Rabu, 17 Mei 2017

And The Mountains Echoed

Judul: And The Mountains Echoed- Dan Gunung-gunung Pun Bergema
Penulis: Khaled Hosseini
Penerjemah: Berliani M Nugrahani
Penerbit: Qanita
Cetakan: Oktober 2013
Tebal: 516 Halaman

“Baba Ayub tidak mengerti. Sebagaimana dia tidak mengerti mengapa semacam gelombang, semacam ujung ekor suatu mimpi muram, selalu menerpa setiap kali bunyi itu terdengar, mengagetkannya bagaikan embusan angin yang tidak dinyana. Tetapi gelombang itu berlalu, seperti segala sesuatu. Berlalu.”- halaman 31

Itu sebagian kisah Baba Ayub dan sang div, yang diceritakan oleh Saboor pada anaknya Pari dan Abdullah.

Saat melihat buku ini saya teringat buku Khaled Hossaeni yang The Kite Runner, karena saya suka dengan yang The Kite Runner maka saya ingin membaca juga buku yang ini, karena saya yakin kisah yang bakal disampaikannya sama-sama memukau. Dia seorang pencerita yang baik, dan saya bisa hanyut dalam ceritanya.

Membaca buku Khaled Hossaeni seperti membaca sebuah naskah film, panjang sekali jangka waktunya, dari kakek nenek sampai ke anak-cucunya, ceritanya menguras emosi dan tokohnya cukup banyak. Tapi bagus dan saya juga suka bukunya yang ini.

Setelah membaca buku ini, saya jadi berpikir seseorang menyimpan masalahnya masing-masing, bahkan seseorang biasa benar-benar mengejutkan kisah hidupnya di sini. Ambil contoh saja Parwana ibu tiri Pari dan Abdullah, Nabi atau bahkan Nila. Masing-masing tokoh diceritakan dengan detail seperti di buku the Kite Runner juga. Bagaimana latar belakang kehidupannya, pemikiran dan perasaannya hingga kita bisa memahami kenapa dia sampai bersikap begini atau begitu.

Khusus bagian cerita tentang Pari kecil, bahkan sepertinya yang ada di gambar sampul buku juga, yaitu bulu. Omong-omong saya jadi ingat dulu ketika masih kecil juga suka mengoleksi bulu-bulu ayam. Saya ingat dulu saya selipkan bulu-bulu koleksi itu di antara lembaran halaman buku. Dulu bahkan masih percaya saja kalau lama-lama bulu itu akan beranak pinak, lucu juga kalau ingat itu. Padahal itu bulu juga dari nyabutin bulu ayam di kemoceng yang warna warni.

Seperti buku Hossaeni yang The Kite Runner, saya juga senang membaca terjemahan buku ini. Rasanya buku tebal ini jadi lebih menyenangkan dibaca. Oke segini saja saya cerita tentang buku ini, selamat berburu bukunya jika kamu penggemar Khaled Hossaeni, sepertinya saya juga salah satu penggemar buku-bukunya dan ingin membaca bukunya yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.