Kamis, 23 Februari 2017

The Kite Runner

Judul: The Kite Runner
Penulis: Khaled Hosseini
Penerbit: Qanita
Penerjemah: Berliani M.Nugrahani
Tebal: 496 Halaman
Cetakan: Mei 2008

Amir telah menghianati Hassan, satu-satunya sahabatnya, saudaranya. Rasa bersalah kini menghantuinya. Menyingkirkan Hassan dari kehidupannya adalah pilihan tersulit yang harus diambilnya.

Tetapi, masa lalu yang telah terkubur dalam-dalam pun senantiasa menyeruak kembali. Hadir membawa luka-luka lama. 

The Kite Runner adalah sebuah kisah oenuh kekuatan tentang persaudaraan, kasih sayang, pengkhianatan, dan penderitaan. Khaled Hosseini dengan brilian menghadirkan sisi-sisi lain Afghanistan, negeri indah yang hingga kini masih menyimpan duka.

Buku ini bergambar dua anak laki-laki dengan tangan saling melingkar di pundak. Satu berbaju cokelat dan satu biru. Dan langit biru dengan layang-layang yang sedang mengangkasa.

Kenapa orang sebaik Hassan harus hidup menyedihkan dan mati dengan tragis? Ini pertanyaan saya setelah baca buku ini. Sebelum membaca buku ini, saya pernah membaca ulasan tentang buku ini, sangat bagus jadi saya tertarik membacanya. Saat melihatnya kemarin saya males sebenarnya, pasti sedih nih ceritanya begitu batin saya. Tapi, saya tetap membacanya dan benar saja kisahnya sangat sedih. 

Untukmu, keseribu kalinya. Itu salah satu kalimat Hassan yang selalu diingat Amir. Saat paling mengaduk perasaan adalah saat insiden pelemparan buah delima (hal 129-130) berbanding dengan kejadian bertahun-tahun setelahnya saat bertemu Assef dan Sohrab (hal 383-386). 

Pas awal-awal membaca, saya menilai Amir ini orang baik, anak orang kaya yang hidupnya serba enak. Dia masih baik pada Hasan dan Ali (ayah Hassan). Saya membaca hampir penuh seharian pas libur kemarin, saya seperti mengikuti film panjang, melelahkan, jungkir balik terserap masuk ke dalam cerita. Plus sampai lupa mandi saking khusuknya membaca he he. Bahkan saat selesai saya seperti kehilangan diri saya, perlu beberapa menit duduk dan menyadari saya masih duduk di kursi rumah dengan buku di tangan. Meskipun seperti biasa di beberapa bagian sempat ada yang lompat. Tapi biasanya habis itu baca lagi urut dari depan ke belakang dalam setiap halaman.

Secara keseluruhan saya suka buku ini, bagus, bagus banget malah. Ini saja sedikit yang bisa saya ceritakan tentang buku ini. Satu hal, perang, dimanapun perang selalu membuat semua menjadi terluka dan kacau. Selamat hari kamis, selamat membaca, dan semoga bertemu buku-buku keren lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.