Rabu, 16 November 2016

Tempat yang Tepat

"Kukira sekarang aku sudah tahu tempat mana yang tepat untuk meletakkan itu."
"Di mana?" tanyaku membenahi topi yang sedikit sesak di kepala.

"Sedikit jauh, tapi aku yakin bisa. Kemarin sudah kucoba dan seperti itu."
Wajahnya tampak senang, seperti seorang anak yang mendapat mainan baru.
"Anehnya, kenapa tidak terpikir olehku selama ini. Kenapa bisa begitu coba?" katanya lagi sambil menggeleng-geleng heran.
"Mungkin, memang waktunya sekarang, bukan kemarin-kemarin." jawabku menerka.
"Tapi, aku ragu, apakah itu tepat?" tanyanya lagi
"Maksudmu?"
"Maksudku, apakah itu sudah tepat. Bagaimana kalau hal itu membuat masalah baru? ya itu masalah mereka. Bagaimana jika bukan seharusnya begitu, maksudku sesuatu yang tidak seharusnya diperlakukan begitu."
Aku mengangguk-angguk pelan, mencoba berpikir.
"Jadi, bagaimana? bukankah tadi kamu mengira itu tepat?"
"Entahlah, sementara iya." jawabnya sambil berdiri.
"Ya, kuyakin kamu punya alasan untuk melakukan itu, dan cukup kuat." aku ikut berdiri dan berjalan di sampingnya, menuju bulan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.