Kamis, 22 September 2016

Madre: Kumpulan Cerita yang Menakjubkan

Judul Buku: Madre
Penulis: Dee/ Dewi Lestari
Cetakan: Kedua Agustus 2011
Penerbit: Penerbit Bentang
Tebal: 162 Halaman


Buku ini sudah lama terbit, saya termasuk orang yang telat membacanya. Itu tidak lain dan tidak bukan karena saya sudah pernah melihat filmnya. Dan saya kira cerita Madre ya hanya itu. Saya juga membaca buku-buku karya sastra ataupun fiksi belum lama jadi maklum sepertinya saya bukan pembaca buku yang baik.

Sebetulnya saya lupa-lupa ingat dengan filmnya. Saya kebetulan melihat filmnya lebih dulu dari pada baca bukunya. Payahnya seingat saya Madre justru nama pemeran utama prianya dan saya salah besar. Saat membaca buku ini saya bahkan sampai penasaran cara membuat Madre dan menyempatkan diri mencari caranya di internet. Bagaimana caranya saya membuat adonan biang berumur puluhan tahun seperti itu, sepertinya mudah tapi apa benar begitu.

"Cuma mau kasih tahu. Orang-orang untuk bantu di dapur sudah ada. Sebagian pernah kerja di toko roti juga," kata bu Cory bersemangat.
"Sip!" jempolku  mengacung.- Madre hal 54.

Kelanjutan kalimat di atas inilah yang bikin saya ngakak setelah diam sedari awal duduk nyaman membaca buku ini

Sedikit di luar buku ini, saya sering sekali membaca buku yang tidak menarik atau cenderung membosankan selalu saya baca loncat-loncat atau bahkan saking bosannya langsung ke halaman belakang. Tapi hampir semua buku mbak Dee saya benar-benar menikmati membaca setiap kalimatnya. 

Lagi-lagi OOT dari buku mbak Dee. Saat membaca buku saya punya kebiasaan buruk, entah mulai kapan saya suka sekali membaca buku dari halaman belakang. Apalagi kalau bukunya tebal dan kalimatnya membosankan dari awal, jadi saya akan membacanya terbalik.

Aku hanya ingin mengucap selamat tinggal pada belahan jiwaku yang telah menemukan keutuhannya dalam dirinya sendiri. -Guruji hal 119-120

Dari semua kisah di buku ini, favorit saya Madre, Guruji dan Menunggu Layang-Layang. Madre menambah pengetahuan saya tentang begitu berharganya gumpalan tepung dan air, Guruji sukses mengaduk-aduk perasaan hingga pengen ikut mukulin Guruji. Sedangkan Menunggu Layang-Layang saya suka sekali setiap percakapannya yang lucu, gaya bicara keduanya benar-benar menarik dan sukses membuat saya tertawa. Karena sangat bagus jadi sangat sayang untuk membagi satupun kalimat dari Menunggu Layang-Layang di sini he he.

Sekian sedikit cerita soal Madre dan kumpulan cerita lainnya di buku indah ini. Buku bergambar kunci tua yang diwariskan pada si gimbal Tansen. Selamat membaca buku-buku bagus sobat, semoga waktu anda tercerahkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.