Kamis, 22 September 2016

Antara Ragu dan Writer's Block

Sebenarnya sudah beberapa waktu saya bingung dan hampir menyerah untuk tidak melanjutkan nulis di blog ini. Karena sesuatu hal saya jadi seperti mentok ide atau bahasa kerennya writer's block. Kalaupun ada sesuatu yang biasanya saya santai menuliskannya, entah kenapa saat ini saya ragu atau terlalu banyak pertimbangan. Menuliskannya atau tidak.


Untungnya saat kehabisan bahan dan ragu itu bukan untuk mengerjakan proyek menulis buku atau apa, hanya soal mengisi tulisan di blog ini saja. Sejak beberapa waktu lalu saya berkomitmen mengisi blog ini minimal 10 posting setiap bulannya. Saya nggak mau terlalu ngoyo menulis seperti sebelumnya.

Semula saya merasa kalau saya bukan orang hebat yang punya banyak pengalaman atau apa, jadi untuk apa saya menuliskan sesuatu di sini. Biarlah saya simpan sendiri cerita saya, maka itu saya merasa saya tidak perlu menuliskan sesuatu tentang diri saya. Yang bahkan kata seseorang apapun yang saya tulis justru makin menunjukkan diri saya, dan itu membuat saya mikir itu tadi. Makanya saya ragu untuk melanjutkan menulis atau tidak.

Apakah yang saya tulis nanti bakal disukai, apakah yang saya tulis nanti malah jadi bumerang bagi saya sendiri, apakah sudah benar yang saya tuliskan dan semakin banyak hujan pertanyaan yang membuat saya ragu menuliskannya. Entah kenapa, saya sendiri lupa tepatnya kenapa hal ini terjadi. 

Saya melihat kalau begitu mudahnya dunia maya ini dibagikan, dicapture, di lempar sana sini, dibahas oleh pihak sana sini, dihakimi dan lainnya apalagi tanpa sepengetahuan yang bersangkutan. Ada juga yang seperti sengaja mempermalukan, menilai ini dan itu yang ujung-ujungnya juga nggak suka. Sebenarnya ini resiko seseorang yang memilih menuliskan atau membagi apa-apa di dunia maya. Tetapi bagi saya ada sedikit ragu saat ini untuk menulis sesuatu bahkan hal-hal yang tergolong masalah pribadi atau apa, atau mungkin bahkan sekedar bercerita sesuatu saja mungkin sudah dinilai begini begitu. Bukan apa, saya sendiri berkaca pada diri saya sendiri, saya terkadang juga begitu. Terus bagaimana mereka yang membaca tulisan saya? Itu yang membuat saya ragu.

Soal writer's block sebenarnya saat membaca sebuah buku bagus biasanya pikiran saya dan jari-jari saya seperti dapat pencerahan dan bergerak dengan sendirinya. Saya bahkan pernah menulis cerita bersambung di sini sebagai akibat saya membaca buku yang menurut saya bagus sekali. 

Jadi, saat saya bingung mau nulis apa, saya menenggelamkan diri dengan bacaan-bacaan yang menurut saya bagus, dan ternyata dengan sendirinya keluar kalimat-kalimat seperti ini. Meskipun ini masih belum jelas benar sebenarnya nulis tentang apa, tapi setidaknya kekosongan posting yang saya targetkan bisa tertutup nantinya dengan tulisan-tulisan ini.

Dan itulah, karena saya sampai saat ini belum ingin berhenti membaca buku maka sebenarnya ada saja sesuatu yang ingin saya tuliskan. Tapi sayangnya kadang itu hanya opini pribadi setelah membaca buku, jadi saya ragu untuk menuliskannya. Sebenarnya mungkin ada hubungannya dengan dunia di sekeliling saya tetapi ya itu tadi saya ragu untuk menuliskannya.

Alasannya tidak lain dan tidak bukan karena saya juga melihat page view di blog ini tentang salah satu postingan saya. Oh ternyata begitu batin saya saat melihatnya. Jadi, apakah saya bisa terus mengisi blog ini untuk kedepannya? lihat besok sajalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.