Kamis, 18 Agustus 2016

Sidney Sheldon: Morning, Noon and Night

Judul: Morning, Noon and Night
Penulis: Sidney Sheldon
Alih bahasa: Hendarto Setiadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Kedua belas Desember 2009
Tebal: 440 halaman

Sophia, perempuan cantik, seorang artis yang sedang menikmati liburan dengan jutawan Harry Stanford. Saat Stanford sibuk dengan berkas-berkasnya, kapal yang ditumpanginya terombang ambing badai dan dirinya terlempar ke laut. Kemudian ditemukan meninggal.

Stanford si jutawan, berita kematiannya membanjiri berita, dan siapakah yang bakal menerima warisannya? ketiga anaknya dari istrinya yang sah atau perempuan lain yang melahirkan anaknya?

Buku novel ini dibagian depan bergambar perempuan cantik berkacamata hitam dengan latar belakang sebuah kapal putih. Dengan ukuran 11 x 18 cm denagn ketebalan 440 halaman. Seperti bukunya yang pernah saya baca sebelum ini, saya yakin buku ini juga bagus seperti karyanya yang lain.

Cerita yang penuh di bagian awal hingga halaman 44 masih mencermati kesibukan Stanford sebelum meninggal. Dan firasatnya yang merasa akan dibunuh dan terus dibuntuti membuat penasaran, siapa sebenarnya yang terus membuntuti dirinya. Sedangkan kemana-mana dia selalu dijaga oleh Dimitri pengawal setianya. Segala urusan hukum dan masalah warisan juga telah diserahkan pada kantor pengacaranya Renquist, Renquist & Fitzgerald.

Cerita kemudian berpindah ke cerita ketiga anak Stanford, yaitu Woody, Kendall dan Tyler. Di antara ketiganya Tyler yang sukses sebagai seorang hakim, kemudian Kendall yang seorang perancang busana. Sedangkan Woody tinggal di lingkungan elite bersama istri yang tingkat sosialnya jauh dari keluarga Woody.

Woody si cemerlang yang akhirnya memiliki kehidupan menyedihkan dan terus bermasalah dengan istrinya. Terjerat obat-obatan terlarang hal itu terjadi saat dia sakit ketika jatuh dari kuda ketika bermain polo. Kendall membangun karir model, kemudian menjadi perancang busana ternama. Begitu juga kemauan usaha Tyler yang berambisi menjadi sukses tanpa bantuan ayahnya. Karena sikap Stanford yang buruk pada mereka ketika kecil.

Di samping ketiga anak Stanford itu juga ada anak perempuannya di luar pernikahannya yang sah. perempuan itu bernama Julia Stanford yang ragu-ragu untuk bertemu anggota keluarganya yang lain. Masalah semakin banyak saat surat wasiat Stanford akan dibacakan dan ketiga anak Stanford juga mengharap warisan itu. 

Masalah apa yang akhirnya menyeret beberapa orang tersebut untuk berurusan dengan hukum? ada twist menarik di bagian akhir di novel ini. Sila baca sendiri untuk tahu cerita selengkapnya. Kalau saya sendiri menyukai novel ini, karena ceritanya bagus dan karakternya kuat karena diceritakan orang per orang dengan jelas. Oh iya, kalau misalnya ada yang kurang setuju dengan ulasan singkat tentang buku, film atau apapun yang ada di blog ini, boleh kok berkomentar langsung. Demikian semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.