Rabu, 27 Juli 2016

The Body in the Library

Judul asli: The Body in the Library
Judul: Mayat dalam Perpustakaan
Penulis: Agatha Cristie
Alih bahasa: Joyce K Isa
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: Keenam November 2002
Tebal: 280 halaman

Ruby Keene datang ke Danemouth untuk bekerja sebagai penari Hotel Majestic dengan penuh harapan akan masa depan yang lebih baik. Namun harapannya terpotong pendek- demikian pula hidupnya.

Mayat di ruang perpustakaan Kolonel Bantry, mayat siapa gerangan? Bagaimana mayat itu bisa ada di sana?

Tuan Jefferson lelaki tua kaya raya yang cacat datang berlibur dan menginap ke Majestic bersama keluarganya. Dia memiliki kedekatan dengan Ruby. Ruby gadis penari yang ditemukan tewas di rumah Kolonel Bantry.

Ini buku kedua Agatha yang saya baca, dengan tokoh Miss Marple. Sebenarnya saya penasaran bagaimana Miss Marple menangani kasus ini tapi hampir separuh buku dibagian awal masih berkisah tentang penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kepolisian bukan dilakukan Miss Marple. Saya yang tidak sabaran sudah tergoda untuk membaca langsung bagian akhir saja, tetapi saya menahan-nahan diri untuk tidak melakukannya. Tetapi memang berbagai pertanyaan yang diajukan pihak polisi kepada orang-orang yang terakhir bertemu atau melihat Ruby memberikan gambaran siapa-siapa saja tersangkanya. Dan yang bikin gemes adalah hampir sebagian besar -menurut saya- bisa saja jadi tersangka pelakunya, hanya tinggal apa motifnya saja. Motif ini yang kemudian mengerucutkan jumlah tersangka menurut saya.

Belum habis kasus kematian Ruby, menyusul kematian lain yang terjadi tidak jauh dari sana. Siapa lagi yang melakukan dan apa motifnya juga menjadi tanda tanya. Nyonya Bantry yang akhirnya meminta bantuan kawannya yaitu Miss Marple tampak sangat bersemangat menghadapi kasus ini. 

Satu-satunya hal yang membuat saya bertahan tidak mengintip bagian akhir lebih dulu karena saya juga ingin menebak siapa sebenarnya pelakunya. Apalagi Ruby tampak dekat dengan beberapa lelaki dan saat ditemukan sudah langsung mati saja, jadi kisahnya hanya berdasar cerita orang-orang disekitarnya.

Buku-buku Agatha ini mungil jadi bisa dibawa dan dibaca di mana saja. Sebenarnya kalau punya waktu benar-benar luang pasti sehari saja cukup untuk menyelesaikan buku ini. Demikian sedikit catatan tentang buku Agatha yang ini, kalau penasaran sila baca saja bukunya.

2 komentar:

  1. Mana gambar bukunya biar lebih abdol.
    Latar belakang negara luar aku susah untuk berimajinasi terasa asing.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kebanyakan gambar jadi berat mas blognya
      katanya gitu, jadi gak usah pake gambar hehe
      cerita ini latar tempatnya nggak ribet kok mas

      Hapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.