Minggu, 03 Juli 2016

Lelaki yang Mimpinya Tercuri

Lelaki ini datang dengan wajah kusut serupa kertas hitam yang diremas. Dia tampak beberapa kali memijit leher belakangnya, seakan ada sesuatu yag mengganggu di sana. Selebihnya dia beberapa kali menekuk lehernya ke kanan dan ke kiri, mengerjap-ngerjapkan matanya

   "Aku tidak bermimpi semalam," katanya padaku setelah diam dengan dari gerakan-gerakan itu.

   "Aku biasanya bermimpi, seperti kapan itu aku melihat air terjun, pernah juga aku berada di sebuah kuil dalam gua dengan patung-patung tinggi besar. Mimpiku yang lain orang sibuk membangun jalan dari depan rumah menembus perkebunan. Dan malam ini aku tidak bermimpi satupun."

Aku masih mendengarnya berbicara. Dia diam, lama tidak tampak menungguku menanggapi ceritanya atau bagaimana. Sebagai kawan tentu aku merasa prihatin atas hal yang dia alami.

   "Mungkin kamu tidak berpikir sesuatu yang memberatkan atau mungkin kamu sangat lelah." kataku mencoba menghiburnya.

Meskipun aku tahu jelas-jelas dia tidak butuh sebuah hiburan untuk mendukung bahwa tidak adanya mimpi baginya adalah sesuatu yang buruk atau sesuatu seperti itu. Dia juga tidak butuh hal yang membuatnya semakin takut dengan keadaaanya.

   "Tapi biasanya aku selalu bermimpi dan meskipun mimipiku tak ada artinya bagiku itu sudah berarti," jelasnya lagi. Aku melihatnya seakan tidak mau menerima keadaan itu.

   "Mungkin kamu hanya butuh lebih banyak istirahat atau mungkin setelah meminum beberapa gelas kopi mimpimu akan datang malam ini." jawabku menebak-nebak hal yang mungkin membantunya menemukan mimpi.

   "Ya kenapa tidak terpikir mungkin aku hanya butuh lebih banyak kopi." ujarnya

Tawaku hampir saja meluncur jika dia tidak semangat menghabiskan secangkir kopi di gelasnya. Kopi pekat itu dihabiskan begitu saja dalam beberapa teguk.


Malam semakin sepi. Aku pulang dengan langkah gontai menekuri bebatuan yang sesekali kutemui di jalan beraspal yang kelam. Jangankan dirinya, yang hanya semalam saja tidak bertemu dengan mimpinya. Aku yang bahkan seumur hidup tak menemukan mimpiku masih tidak begitu peduli.

Ketika tidak ada yang sampai ke dalam hati dan pikiranku, tidak ada ketakutan dalam hatiku, tak ada kesenangan yang membuatku terlonjak, tak ada kesedihan dan kekhawatiran yang membuatku menangis. Sesuatu hal yang tak membuatku marah, seolah emosiku membeku.

Semua mimpiku telah tercuri dari tidurku. Aku tak pernah menemukan mimpi itu, tidak sekalipun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.