Sabtu, 18 Juni 2016

Jalan

Seorang laki-laki berjalan tersuruk dengan pakaian lusuh. Negeri ini dipimpin seorang berkulit kemerahan, matanya empat dan pendek.


   "Eh stop, stop berhenti kamu!" teriak seseorang.
Lelaki itu berhenti dan menoleh.
   "Bapak bicara dengan saya?" tanyanya memastikan.
   "Ya, saya bicara pada kamu. Kamu mau kemana?" tanyanya lagi.
   "Saya mau mengunjungi saudara saya di sana," jawabnya sambil menunjuk rumah tidak jauh dari jalan itu.
Lelaki yang menghentikannya menatap dirinya dari ujung rambut hingga ujung kaki.

   "Kamu bukan orang sini ya?" tanyanya lagi.
   "Saya bukan orang sini pak, tapi tidak jauh dari sini."
   "Kamu tahu, jalan ini hanya untuk orang yang berkendara unta, sapi atau keledai. Sedang kamu, berjalan kaki, kamu tidak boleh lewat sini." katanya.
   "Oh begitu, saya tidak tahu pak, maaf. Tapi pak, saya harus lewat mana?" tanyanya lagi.
    "Kamu harus memutar lewat sana." tunjuk lelaki itu.
    "Itu kan jauh sekali pak, rumah yang mau saya kunjungi hanya di situ. Saya harus berputar-putar lebih jauh." jawabnya.
    "Oh kamu tidak patuh ya, mau melawan?" kata lelaki itu berubah meninggi.
    "Bukan begitu pak, maaf saya kira semua orang bisa lewat mana saja. Saya juga bayar upeti loh pak, saya juga warga dekat kota ini." jawab lelaki lusuh dengan ketakutan.
   "Diam kamu! kamu patuhi atau kamu saya bawa ke kantor?"
   "Oh baik pak maaf ..maaf..." lelaki lusuh berjalan memutar dan menghilang.

***

2 komentar:

  1. Berkulit merah, matanya empat dan pendek. Kira-kira apa ya ?
    Dan berjalan kaki, emangnya ada yang berjalan tanpa kaki ? Oh ada, berjalan dengan roda atau badannya.
    Ohm maaf, tadi tidak lihat rambu-rambunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kira-kira sendiri saja mas, siapa bukan apa
      Ketutup pohon pak nggak kelihatan rambu-rambunya haha

      Hapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.