Kamis, 28 April 2016

Animal Farm- George Orwell

Judul: Animal Farm
Penulis: George Orwell
Penerbit: Penerbit Bentang
Penerjemah: Bakdi Soemanto
Cetakan: Kedua Juli 2015
Tebal: 144 halaman


Berkat pidato tentang mimpi si babi tua Major, pemberontakan para binatang di peternakan Manor milik pak Jones benar-benar terjadi. Pak Jones, istrinya dan pegawainya  terusir dari peternakanya sendiri.

Snowball dan Napoleon si babi yang memimpin pemberontakan akhirnya memimpin binatang-binatang di peternakan itu dan mengganti nama Peternakan Manor dengan Peternakan Binatang. Akhirnya nama ini nantinya akan kembali ke namanya semula. Kemudian mereka mengurus sendiri peternakan, seperti memanen, menanam, membuat kincir, membagi makanan dan lainnya. 

Seperti halnya sebuah kepemimpinan yang dipimpin dua binatang maka kedua babi itu terus berselisih pendapat. Dan berujung pada pengusiran Snowball oleh anjing-anjing Napoleon. Anjing-anjing yang dilatih Napoleon dari bayi. Pak Jones yang sempat berusaha merebut kembali peternakannya juga belum membuahkan hasil.

Saya berimajinasi kalau binatang bisa berbuat demikian pasti menakutkan. Jadi ingat film Planet of the Apes. Masing-masing binatang di cerita Orwell seakan mewakili sifat-sifat berbeda manusia. Ada yang pekerja keras seperti kuda Boxer, ada yang ingin berkuasa seperti babi Napoleon, ada yang senang keindahan dan kemewahan seperti kuda poni Mollie, atau cuek seperti si kucing.
Saya sebenarnya ingin sekali membaca buku George Orwell yang 1984 tetapi belum ketemu dan menemukan buku ini dulu. Buku dengan sampul ngejreng warna pink dan bergambar babi putih. Meskipun Animal Farm sudah di filmkan tetapi pengin membaca buku terjemahan ini juga.

Seperti catatan saya sebelum-sebelumnya, catatan tentang buku ini untuk saya pribadi sekedar pengingat dan siapa tahu juga bermanfaat bagi yang lain. Demikian, selamat membaca.

16 komentar:

  1. Satir yang bagus. Menohok blok timur sekaligus blok barat.

    Untuk 1984, sama, aku juga belum baca dan penasaran. Salah satu buku pionir distopia, buku yg sering dianggap masterpieces.

    BalasHapus
  2. iya, saya hanya kepikiran kok binatang ya tokohnya bukan yang lain. Belum ketemu kalau yang 1984

    BalasHapus
    Balasan
    1. dengan penokohan binatang si penulis bisa mengekspresikan karakter di dalamnya dg lebih bebas. Sama spt sorg penyair yg mem-personifikasi dirinya abg angin, misalnya.
      *CMIIW

      Hapus
    2. wah iya betul mas mungkin dengan begitu lebih bebas mau bikin bagaimana karakternya ya

      Hapus
  3. Ada 1 buku yg dulu sempat saya baca sewaktu sekolah. Dan baru bisa saya dapatkan beberapa tahun kemarin. Sayangnya dengan versi yg sudah diperbaiki (baca: diubah). :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. buku animal farm juga atau yang 1984 malahan
      pas sekolah berarti sudah lama sekali ya mas hehe

      Hapus
  4. Sepertinya okeh juga nih kang ceritanya boleh lah saya coba baca bukunya, ahi hi hi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. okeh kok pak bukunya, boleh saja kalau hanya baca
      eh saya juga hanya pinjam kalau yang ini heheheh

      Hapus
  5. kreasi monolog yang sangat mumpuni layaknya seorang penulis satir yang membumi tentang bagaimana seorang tokoh binatang bisa sedemikian kerennya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mang sangat bagus
      jadi mikir ini cerita tentang siapa saja atau apa saja sebenarnya

      Hapus
  6. Penerjemahnya pak Bakdi ya? Pasti buku yang bagus.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak pak Bakdi Soemanto
      bagus ceritanya

      Hapus
  7. cerita di buat sedemikian rupa supaya menarik dan enak dibaca juga

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.