Kamis, 21 April 2016

80 Hari Keliling Dunia

Judul: 80 Hari Keliling Dunia
Penulis: Jules Verne
Diterjemahkan: H. Mahbub Djunaidi
Penerbit: IQRA Bandung
Cetakan: Pertama Februari
Tebal: 183 halaman

Phileas Fogg seorang anggota klub Pembaharuan, ditantang klubnya untuk kelilling dunia selama 80 hari saja. Akhirnya pergilah dia keliling dunia dengan pembantunya Passepartout demi sebuah taruhan di klub Pembaharuan. Berkisah tahun 1872 tentu saja alat trasportasi saat itu masih tergantung pada kereta api, kapal laut dan sejenisnya. Sehingga perjalanan keliling dunia masih selama itu.

Buku ini saya temukan di perpustakaan minggu kemarin, dan sudah habis saya baca. Judul asli buku ini Round The World in 80 Days. Bukunya mungil dan cukup tipis. Ukurannya hanya kira-kira 17x10,5 cm saja jadi sangat mungil. Tapi karena belum pernah baca, dan pernah mendengar kalau buku ini bagus jadi saya membacanya juga. Ukuran buku ini mirip buku The Old Man and The Sea.

Buku terjemahan yang saya baca ini terbitan tahun 1983, bisa dibayangkan itu sudah lama sekali. Tapi karena terjemahannya cukup bagus saya juga bisa menikmati ceritanya.  Buku ini terdiri dari 103 bagian judul di dalamnya. Masing-masing cukup pendek, jadi sebenarnya sangat-sangat ringkas untuk sebuah petualangan 80 hari yang hanya dituangkan dalam 183 halaman saja. 

Kisahnya berisi perjalanan tuan Fogg bersama pembantunya mengelilingi bumi selama 80 hari. Perjuangannya yang begitu panjang dan tidak sia-sia. Selain segala hambatan di perjalanan  juga adanya tuan Fix yang membuntuti dirinya kemanapun. Kenapa? sila baca saja bukunya he he.

Dalam perjalanannya mereka bertemu perempuan cantik dalam sebuah acara penguburan suaminya di India. Yang akhirnya mereka selamatkan, diselamatkan dari apa? sila baca sendiri untuk tahu jawabannya. Selain itu ada juga halangan lain, serangan orang-orang Indian, ancaman badai dan lainnya. Hal-hal aneh seperti membeli gajah, membeli perahu, benar-benar cerita yang lengkap. 

Akhirnya dapatkah tuan Fox memenangkan taruhan dengan anggota klub Pembaharuan? Kenapa dia dituduh menjadi perampok bank? Kemana sebenarnya tujuan si perempuan cantik Aouda? Passepartout bermasalah dengan detektif Fix karena apa?

Nilai yang saya terima setelah membaca buku mungil ini adalah bahwa keinginan dan keyakinan yang kuat pada tujuan itu sangat penting, kesetiaan seorang kawan juga sama pentingnya. Apapun tujuan kita, jangan lupa untuk tetap berbuat kebaikan.

Selain itu sepertinya -lupa-lupa ingat- saya pernah menonton filmnya. Meskipun sudah agak lama, tetapi saya ingat kalau saya pernah menonton film dengan judul ini. Demikian sekilas tentang buku ini, semoga bermanfaat sobat.

4 komentar:

  1. Nilai yang saya terima setelah membaca buku mungil ini adalah bahwa keinginan dan keyakinan yang kuat pada tujuan itu sangat penting, kesetiaan seorang kawan juga sama pentingnya. Apapun tujuan kita, jangan lupa untuk tetap berbuat kebaikan.

    Waaaaa bagus quotesnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe entah bener enggak, yang saya tangkap dari buku mungil ini seperti itu mbak, mungkin orang lain yang membacanya menangkap hal yang berbeda.
      makasih mbak Laili sudah mampir di sini :D

      Hapus
  2. Sayang sekali tidak ada photo bukunya, sehingga memudahkan dirimu mencari ditoko buku. Ya bolehlah jika sudah katam membaca terus bukunya dikasih ke aku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe memang nggak ada mas, bukunya latar warna putih gambar bumi, buku lama itu mungkin yang terbitan baru sudah ada. Waaa bukan punya saya itu mas bukunya :)

      Hapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.