Rabu, 23 Maret 2016

Semesta Buku

Aime, senang sekali makan jelly, dalam bungkus plastik warna warni. Jika harus memilih antara tidur sekandang dengan singa atau monyet, dia memilih dengan singa. Singa yang vegetarian tentunya, yang muntah-muntah kalau makan daging, apalagi daging manusia. Karena itu dia menyiapkan selimut, sarung bantal bermotif bunga, dia mencoba berdamai dengan rasa takutnya. Berdoa sebisanya, dan mencoba memejamkan mata.

Aime pacaran dengan Exel, cowok berambut paling indah. Mungkin jika ikut audisi iklan sampo pacarnya akan menang. Rambut hitamnya tebal, tebal hingga ke muka sampai ke janggut. Kupikir semua rambut ditubuhnya setebal dan sehitam itu. Bayangkan jajaran pohon di hutan yang berwarna hitam, rapat, pekat dan tanah yang berwarna putih bersih. Seperti itu rambut-rambut di tubuh Exel. Kontras sekali. Kadang Aime berpikir apakah Exel memupuk rambut-rambut di tubuhnya hingga sesubur itu.

Sesekali Exel mengajak Aime kencan. Aime ingin melihat bunga sakura mekar di Ueno Park atau melihat keindahan karya Gaudi di Parc Guell, sayangnya Exel bukan tipe cowok seperti itu. Exel justru mengajak Aime ke perpustakaan.

"Kamu tahu kenapa kita pergi ke sini sayang?" tanya Exel.
"Kenapa?" Aime mengamati buku-buku yang ditata berjajar rapi.
"Karena kamu akan mengunjungi belahan semesta manapun, menyelam di laut terdalam, mendaki puncak tertinggi, mengarungi laut petualangan, mengungkap seribu misteri dan melihat indahnya kekuatan tulisan."
Aime hanya diam, matanya terpaku pada sebuah buku, buku indah bersampul putih, bergambar mata oranye.


Catatan:
Ini hanya imajinasi sekilas, akibat belum menemukan sebuah buku yang saya inginkan hehe
Ide rambut exel yang tebal dari foto anak saya saat bayi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.