Jumat, 22 Januari 2016

Buku: Lolita

Judul: Lolita
Penulis: Vladimir Nabokov
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta
Cetakan: Februari 2009
Tebal: 529 halaman


Buku Lolita ini sempat dilarang beredar di Amerika Serikat. Jika anda membaca kisahnya mungkin jadi tahu kenapa buku ini dilarang beredar. Buku ini mengisahkan seorang pria tua yang menyukai anak belasan tahun mungkin bisa disebut menyukai Lolita. Di buku ini juga disebutkan berapa tepatnya umur Lolita yang dimaksud. Saya menduga awal mula istilah Loli atau Lolita dari cerita di buku ini. Entah benar atau tidak saya kurang tahu. Sebenarnya saya dari awal ragu akan membaca buku ini atau tidak, karena kisahnya tentu sangat tidak enak dibaca perempuan. Apalagi saya yang kurang begitu suka dengan hubungan cinta semacam itu. Belum bisa menerima, apapun alasannya, kecuali tokoh Humbert ini 'sakit'.

Pria di buku ini bernama Humbert Humbert yang menyukai sosok Annabel dalam wujud seorang Dolores Haze. Dolores adalah anak tirinya yang terpaut usia sangat jauh-bahkan bisa dibilang Dolores masih anak-anak. Umur Dolores Haze masih dua belasan tahun saat Humbert jadi ayah tirinya. Dia menulis ini saat di dalam penjara, entah ini kisah nyata atau apa, tapi ceritanya begitu. Semacam flashback bagaimana ceritanya dia bisa masuk dalam penjara, nama Humbert Humbert pun dipilih di antara nama yang lainya. 

Saya melihat sampul depan dengan gambar kaki seorang pria berumur dengan celana kain dan seorang gadis kecil mengenakan rok kotak-kotak. Saya terprovokasi dengan tulisan 'Best Seller' di sampul depan dan tulisan 'Satu di antara tiga novel paling berpengaruh di dunia...' - Time. Mosok saya nggak baca novel terbaik itu. Meskipun saya bisa menebak bakal seperti apa ceritanya, dan pasti mual membacanya, tetapi rasa penasaran membuat saya membacanya juga. Benar saja saya menjadi jijik membayangkan fantasi lelaki tua ini pada bocah kecil. Seperti membaca catatan harian dan pengakuan seorang pedofil. Pantas saja buku ini sempat dilarang beredar. Ya memang ada orang semacam Humbert di sekeliling kita, dan itu mengerikan. Tapi selain itu, bahasanya kok agak mbulet ya, apalagi sebutan peri asmaranya itu.

Di bagian awal dijelaskan dan diakui bahwa kelainan Humbert berasal dari masa remajanya. Saat dia berjumpa dengan Annabel. Menurut saya mungkin karena hasrat si Humbert belum tersalurkan dengan baik saat itu dan justru akhirnya berpisah. Kemudian disusul dengan kabar Annabel meninggal karena penyakit tipus, maka dia terjebak dengan rasa penasarannya hingga dewasa. Meskipun Humbert yang digambarkan anak orang kaya terpelajar dan -katanya- sopan itu telah menjalin hubungan dengan puluhan wanita, tetap saja dia merasa kehausan.

Di bagian awal  dituliskan bahwa ada beberapa daerah yang adat atau kebiasaannya menikah dengan anak kecil. Semacam mencari pembenaran akan penyimpangan perilakunya. Kemudian diulang lagi pada bagian lain. Meskipun memang ada daerah seperti itu, saya masih tidak bisa menerima. Beruntung saya hidup di daerah dengan adat yang masih waras dengan mengijinkan pernikahan hanya saat perempuan telah matang atau dewasa. 

Humbert di novel ini  berusaha menjelaskan kenapa dia melakukan ini dan itu, semua dari sudut pandang dia. Humbert menjelaskan beberapa kali bahwa dia sopan, ningrat dan -narsisnya- merasa cukup tampan. Bagian saat dia terlalu banyak memuji dan menggambarkan Lolita-nya dengan begitu 'kepanasan' membuat saya semakin mual membaca. Lha kan saya perempuan, kalau yang baca laki-laki semacam dia mungkin beda kali ya. Vladimir berhasil membuat tokoh yang benar-benar 'sakit'.

Saat Humbert berkelana membawa lari Dolores kecil berkeliling negeri. Humbert ini benar-benar mementingkan dirinya sendiri dengan berulang kali menyebut 'kelainannya' itu penderitaan -dengan tidak melihat penderitaan Dolores sama sekali. Semua itu terlihat saat Dolores mulai disekolahkan. Humbert dipanggil sang guru yang menerangkan tentang perkembangan Dolores. Humbert juga mulai berhalusinasi diikuti mobil merah-ya memang pernah terjadi- dan dalam pengaruh alkohol dia mulai semakin kacau dengan hilangnya Dolores. 

Akhirnya, ya...sila baca sendiri bukunya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.