Kamis, 03 Desember 2015

Nggak Santai

"Jangan berikan kemudi pada orang yang salah." 

Pulang naik motor berboncengan dengan anakku. Jalanan agak ramai, beriringan di sisi kanan mobil melaju pelan, sedang di lajur kiri motor sama pelannya. Sesaat kemudian terdengar dari arah belakang suara sirine mobil ambulans.

Pikir saya, oh ambulans, harus cepet-cepet, tapi jalanan macet begini. Tiba-tiba mobil putih di sebelah saya nyelonong ke arah motor saya hingga hanya meninggalkan secuil jalan, meskipun hanya beberapa detik saja kejadian itu sudah membuat saya kaget. Andai saya tidak begitu kuat mengendalikan laju motor, bisa saja saya jatuh ke arah kiri, karena kejadiannya sangat tiba-tiba. Dan saya memboncengkan anak saya.

Sebenarnya setiap kali saya berkendara dengan santai selalu saja ada kejadian macam ini. Pernah juga kejadian, ada mobil yang mendahului tanpa meninggalkan secuil jalan pun, akhirnya saat itu saya terjun di atas rerumputan di samping jalan aspal.

Mobil yang kemarin itu kemudian jalan seperti biasa, seperti tidak pernah terjadi apa-apa saja, melenggang dengan santainya. Tetapi kawan saya yang berkendara di belakang juga orang-orang di sekitar saya, melihat bagaimana itu terjadi. Tanpa rasa bersalah, apalagi meminta maaf, mobil itu melenggang menjauh. Sebelum saya belok ke arah rumah, sempat melihat lelaki yang duduk dekat sopir melongok keluar jendela mobil, saya hanya menatapnya dengan jengkel.

Iya, saya bersyukur saya masih diberi keselamatan oleh Allah, jelas saya bersyukur. Tapi rasanya jengkel saja, ada mobil yang dikendarai orang yang seperti itu. Berkendara dengan mobil memang harus ekstra sabar dan hati-hati, karena body mobil yang lebih besar itu membahayakan pengguna jalan lain. Bukan hanya dirinya sendiri, tapi pengguna jalan yang lain. Bukan hanya memenuhi badan jalan tetapi juga membahayakan pengguna lain.

Gini loh, kalau misal ada seseorang naik motor ngebut-ngebut dan ngawur kalaupun motor itu nyenggol mobil, yang beresiko jatuh pengendara motor bukan mobilnya. Begitu sebaliknya jika mobil ugal-ugalana dan sedikit saja nyenggol pengendara motor, yang beresiko jatuh tetep motor bukan mobilnya. Jadi itulah kenapa kadang-kadang mobil selalu disalahkan saat terlibat kecelakaaan dengan motor. Karena mau di posisi manapun yang bakalan terpental ya motornya.

Itulah kenapa kadang kalau di jalan saya jadi nggak santai, gimana mau santai kalau ketemu pengendara semacam itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.