Sabtu, 19 September 2015

Kinanthi



  • Judul Buku: Kinanthi-Terlahir Kembali
  • Karya: Tasaro G.K
  • Penerbit: Bentang
  • Tebal: 536 Halaman
  • Cetakan: Januari 2013

Buku berjudul Kinanthi: Terlahir Kembali ini dengan sampul bergambar dua orang di dua tempat berbeda. Si Pria berada di gunung dan yang perempuan diantara gedung tinggi, sebuah rembulan berwarna kuning dan bagian judul dengan warna latar merah.  

Blurb dengan latar warna merah tertulis:
Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta
Engkau bertemu seseorang, lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau merasa utuh dan terbelah ketika menjauh. Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu. Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu. Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila. Berhati-hatilah..

Cerita di buku ini di bagi dalam bab-bab dengan nama rasi bintang, makanya saya tambah suka. Rasi Gubuk Penceng itu rasi yang paling gampang di temukan. Dan buku tebal ini saya habiskan membacanya lumayan cepat, karena terbius dengan cerita, terhanyut kata-katanya dan penasaran dengan kelanjutan nasib Kinanthi.

Kisah 'Galaksi cinta' di bawah konstelasi Crux antara Ajuj dan Kinanthi. Perempuan yang 'ditukar' dengan beras 50 kilogram, terhina di kampungnya sendiri, terombang ambing nasib terlunta-lunta di negeri orang, berpisah dengan satu-satunya lelaki yang melindungi dan dicintainya selama dua puluh tahun. Lengkap banget cerita di buku ini, dari makna lagu Jawa seperti Kinanthi itu sendiri, konflik di perkampungan, agama dan adat istiadat, nasib perempuan pekerja di luar negeri dan lainnya.  Bener-bener worthed baca buku tebel ini sampai rampung, manteb banget mas Tasaro G.K nulis novel ini. Tak heran, bukunya yang lain ternyata juga bagus-bagus. Sebenarnya nama Tasaro G.K juga nama pena bukan nama sebenarnya, penulis asli Gunung Kidul Yogyakarta.

Cinta ternyata bisa sekuat itu mampu membuat seseorang bertahan dari kejamnya hidup. Bahkan menjadi energi untuknya berubah dan bersinar hehe kok jadi puitis. Berubah dari seorang perempuan kecil di kampung di Wonosari menjadi seorang profesor terkemuka di negara asing. Dibalut kisah gempa Yogyakarta mereka dipertemukan oleh takdir, lanjut baca bukunya saja untuk lebih lengkapnya.

Demikian semoga bermanfaat sobat.

2 komentar:

  1. rasi gubuk penceng....aku kalo liat rasi bintang udah ngeblur duluan hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gustyanita P: pakai kacamata mbak hehe kalau lagi nggak ada mendung
      pasti kelihatan

      Hapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.