Rabu, 22 Juli 2015

Mengenal Kembali

Gembul, kucing saya yang berwajah jutek selama lebaran kemarin saya titipkan di petshop. Setelah beberapa hari tidak di rumah dia bertingkah aneh seakan-akan asing dengan rumah kami. Sesi pengenalan kembali Gembul ke rumah pun dimulai. Dia mulai mengendus ke setiap sudut rumah. Dari mulai tempat pub hingga tempat biasanya dia makan dan ke setiap kamar. Rupanya dia sedikit lupa dengan rumahnya.

Saya juga kasihan karena tentu saja selama di penitipan dia dikurung dalam kandang terus menerus. Sedangkan biasanya Gembul kami lepas begitu saja tak pernah kami kurung dalam kandang. Setelah sekian waktu dia tidak bertingkah aneh lagi dan mulai tenang duduk dan menjilati bulunya. Semula dia juga tidak bereaksi saat kami panggil, tetapi setelah beberapa saat dia mulai menjawab dengan eongan ketika kami panggil dan menatap yang memanggilnya. Kemudian kami merasa dia sudah tenang lagi saat dia mulai tidur berselonjor dengan kedua kaki depan ke arah depan dan dua kaki belakang lurus ke arah belakang mirip keset kalau saya pikir hehe. Gembul sudah merasa nyaman kembali di rumah.


Sebenarnya, hal itu juga tidak hanya terjadi pada kucing saja. Saya pernah mengalami hal itu pada beberapa waktu lalu. Ceritanya saya sudah lama tidak menginap di rumah orang tua. Ketika saya menginap di rumah mendadak saya yang biasanya cukup berani ke setiap sudut rumah menjadi sangat penakut. Ketika malam tiba ke kamar mandi letaknya di luar rumah menjadi takut dan minta di antar suami atau anak saya. Belakang rumah kami memang sudah tidak ada lagi rumah penduduk hanya hamparan sawah dan sungai serta kebun kosong.

Suami dan orang tua sempat menertawakan sikap saya yang jadi penakut. Saya juga tidak tahu tapi dalam hati saya merasa takut saja. Bapak sampai berkata, dirumah sendiri kok takut. Mereka menertawai saya saat itu. Setelah lama kelamaan saya sering menginap di rumah, rasa takut saya perlahan mulai hilang. Perasaan saya dulu juga tidak sepenakut itu, lagi pula apa yang mesti saya takutkan dengan rumah saya sendiri. Dan sejak itu jika ke kamar mandi saat malam sudah tidak perlu diantar lagi, meski begitu jika ada tikus lewat saja saya langsung bergerak kabur.

Oh iya soal rasa takut pernah loh saya punya kawan yang takut ke kamar mandi juga. Ceritanya tempat kerja lama dulu menempati rumah kuno yang sudah tua tentunya, dan berarsitektur klasik khas rumah jawa. Nah, ditambah lagi cerita angker rumah itu dari penjaga rumah itu. Jadilah ada kawan saya perempuan yang sampai ketakutan jika ke kamar mandi sehingga harus diantar dan ditunggui. Padahal itu siang hari bukan malam hari loh ya, jadi wajar kan kalau saya takut apalagi jika itu jam dua atau tiga dini hari harus ke luar sendirian. 

Bukan hanya kucing, bukan hanya rumah, kadang dengan kawan yang lama tidak kita jumpai kita juga merasa canggung dan perlu memulai kembali dari awal. 

Begitu juga masalah perut dan makanan, setelah sebulan berpuasa rasanya perlu kembali memulai dari awal pelan-pelan mengisi makanan hingga perut merasa tidak asing dengan makanan di siang hari. Sebenarnya ini curcol saya hehe, gara-gara tidak hati-hati menjaga makan. Selama puasa saja maag saya tidak kambuh eh kenapa sekarang malah maag saya kambuh.

Okelah, sedikit banyak semoga ada manfaatnya, terimakasih sudah membaca.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.