Selasa, 05 Mei 2015

Bilangan

Aku tidak terlahir sama. Aku ingin bisa memilih. Tetapi keberadaanku tetap diinginkan. Meskipun mungkin ada yang menyesali keputusan menginginkan kehadiranku pada akhirnya, hanya mungkin. Dunia sering bersisalak tentang diriku.

Aku iri dengan ‘dua’ dengan ‘empat’ atau ‘enam’ dan seterusnya. Aku ada tetapi dibenci karena aku adalah diriku. Padahal sekali lagi, aku tak meminta kehadiranku. Aku berada diantara sesuatu yang genap dan bahkan memuja kesempurnaan si genap dengan sepenuhnya, hampir menyembahnya. Si genap selalu memandang asing diriku di muka bumi. Orang bakalan rengus jika menghadapiku.

Hingga suatu ketika seorang anak manis belajar berhitung,”Satu, dua, tiga, empat, lima...” aku disebutnya. Bahkan anak manis itu mengulangnya beberapa kali, keberadaanku ternyata ada diantara barisan angka itu.

Barisan angka itu pasti tampak aneh tanpa kehadiran diriku. Aku membayangkan anak itu berhitung dengan,“Dua, empat, enam, delapan dan seterusnya.” Seperti ada yang tampak hilang disana. Si genap tak akan dianggap genap selama tidak ada diriku. Bahkan jika dua diriku disatukan atau ditambahkan hasilnya adalah genap.

6 komentar:

  1. Good article anda di tunggu artikel berikutnya, jangan lupa kunjungi balik., tak lupa salam kenal ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kedai Jelly GGG: makasih, ya salam kenal juga mas/ mbak

      Hapus
  2. Hm..? tulisan apa ini kak?
    .
    Ganjil... kenapa kok di sini merasa minder, dan lebih kecil dari genap :-x
    serasa mengerikan :D *sekilas saja*
    .
    lalu aku harus menjawab "Kau, Tuhan menyukaimu. Meski mungkin banyak manusia yang membenci dan kau tak pernah berpikir untuk ada"

    Fikri Thufailiy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fikri: he he.. apa ya, ya gitu aja

      Soal si ganjil, yang tidak sama dengan si genap.
      Kadang merasa beda itu benar-benar aneh. Yang lain ke kanan, eh dia jalan lain arah. Misal yang lain seragam dia lain sendiri gitu, kan aneh.

      Mungkin si ganjil perlu baca kata-katamu itu
      thanks dah mampir sini :)

      Hapus
    2. hehe
      yups...

      tetapi, aneh itu tidak selamanya jelek...
      aneh itu juga tidak selalu harus minder
      dan aneh itu... kadang malah diperlukan :)

      salam untuk ganjil, dariku :) :D

      Hapus
    3. Fikri: okelah kalau begitu. Iyakah? kok diperlukan sih?
      oke siyap, salam saya sampaikan :) , kalau ketemu ya


      Hapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.