Senin, 18 Mei 2015

Bersyukur dan Bersabar

"Kemarin malam, di balkon Rumah Sakit, berdua dengan anakku, kita duduk ngitung bintang. Sesuatu yang sudah lama sekali tak pernah kulakukan."

Bapak sudah sepuh, malam kemarin saya menungguinya di Rumah Sakit. Padahal seminggu yang lalu baru keluar dari Rumah Sakit itu. Melihat bapak sakit benar-benar kasihan, bapak tidak pernah sakit selama ini. Bahkan masuk Rumah Sakit baru ini selama puluhan tahun lamanya. Alasannya bapak kalau sakit takut disuntik dan tidak suka minum obat. Lebih penting lagi bapak benar-benar jarang sakit. 

Bapak bukan tipe orang yang bisa diam dan hanya duduk ketika tidak ada pekerjaan. Kalau sedang senggang dia lebih suka seharian di kebun rumah, melihat ikan-ikan di kolam atau melihat tanaman di sawah. Bapak bukan orang kantoran, hanya petani biasa di kampung. Mbakku kemarin bilang, kalau bapak tidak mau istirahat mau dibawa ke rumah mbakku. Bapak mendengar aku bercerita begitu dia bergumam 'iya, terus jadi jompo' kemudian bapak menjelaskan kalau hanya duduk dan makan lama-lama manusia bisa jadi jompo. Bapak memang begitu, tidak mau diam.

"Bersyukur ketika sehat, dan bersabar ketika sakit."
Kalimat itu benar adanya. Kadang saya sendiri baru sadar berharganya rasa nyaman ketika tubuh kita sehat, itu baru kita sadari ketika kita sakit. Bahkan ada yang mengatakan, kesehatan itu mahal sekali harganya. Karena itu menyangkut nyawa. Bapak kemarin juga bilang, kalau beberapa minggu sakit ini apalah artinya dibandingkan dengan puluhan tahun sehat yang bapak sudah terima. Sangat tidak ada apa-apanya. Sakit itu bukan pilihan, tak ada orang mau sakit.

Orang yang pernah sakit sampai selemah-lemahnya akan tahu rasanya menjadi tidak berdaya. Bahkan mungkin sekedar untuk membenci atau mendendam semua sudah tak ada artinya. Intinya saat tubuh menjadi lemah, orang akan berpikiran lain dalam melihat dunia. Tanyakan pada orang yang pernah mengalami kejadian mendekati kematian (NDE).

Sedikit mengingatkan:
  • Jika sakit segeralah berobat, jangan tunggu hingga penyakit parah. Terkadang penyakit jika sampai menunjukkan gejala serius penyakit sudah jauh menyerang.
  • Kurangi makanan berlemak atau bersantan. Banyaklah mengkonsumsi sayuran hijau dan buah. 
  • Banyak minum air putih dan kurangi minuman seperti teh atau kopi.

Bapak dari dulu suka makanan bersantan. Bahkan sayuran jika tidak bersantan tidak mau. Sayuran memang sering mengkonsumsi tetapi buah jarang sekali karena tidak suka buah. Bapak juga tidak pernah minum air putih, hampir sebagian orang tua di kampung kami juga begitu. Sama sekali tidak pernah. Saat sakitpun bapak tidak bisa minum air putih, jika mau dalam keadaan hangat dan sangat sedikit.

Selamat hari Senin, semoga selalu dalam kesehatan terbaik, amin.

2 komentar:

  1. Terimakasih sarannya.
    Baru dengar istilah Near Death Experience, thanks.

    wah gak pernah minum air putih?? (glekkkk)
    semoga saja bapak cepat sembuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rain Cintz : hehehe lagi sakit juga ya
      baru denger tapi pasti sudah pernah baca

      Iya jarang sekali orang tua minum air putih
      amin amin terimakasih banyak do'anya

      Hapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.