Kamis, 07 Mei 2015

Axlyozh dan Koochack

'Sebuah negeri yang dipimpin oleh seorang pemimpin yang zalim maka akan rusaklah negeri itu'

Jika saat itu rakyat negeri Pohon tidak salah memilih tentu mereka tidak akan mengerti sebuah pelajaran. Seandainya saat itu Axlyozh yang seharusnya menduduki tahta, tetapi ternyata suatu konspirasi membuat Perdana Menteri Koochack yang menduduki tahta. Siapa Axlyozh? Manusia biasa yang sangat biasa atau seorang tersohor lainnya? Entahlah, mungkin Axlyozh orang baik yang tidak pernah muncul dalam perebutan kursi saat itu.

Jika saat ini negeri Pohon morat marit karena sepak terjang Perdana Menteri Koochack maka rakyat Pohon tidak pernah belajar. Rakyat pohon ternyata bisa tertipu segala propaganda yang habis-habisan oleh bala tentaranya. Jika seperti ini maka rakyat negeri Pohon akan melihat sendiri menyadari kemudian bisa menilai dengan sepenuh nurani bahwa sang Perdana Menteri ternyata ‘seperti itu’.

Sementara itu PM Koochack mondar mandir sambil garuk-garuk rambutnya yang tidak gatal, atau bahkan memang ketombean, sibuk memikirkan keadaan negeri Pohon yang kacau balau itu. Mungkin PM Koochack tidak memikirkan jika menjadi seorang petinggi akan serumit dan stres seperti itu.

Lain halnya jika takdir saat itu bergeser sedikit ke kanan dan Axlyozh yang terpilih maka rakyat tidak akan belajar dari kesalahannya. Bahwa mereka tidak bisa hanya menilai seseorang berdasar standar penilaian sebuah media yang disetir oleh Perdana Menteri Koochack sendiri atau segelintir kelompok bangsa Koochack di belakangnya.

Kemungkinan para petinggi negeri Pohon sibuk berebut pengaruh atau rebutan kursi sehingga tidak sadar jika rakyatnya tercekik harga-harga kebutuhan pokok. Bahkan ada rakyatnya yang masih memakan bahan pangan yang tak layak konsumsi. Atau anak-anak sekolah yang menyeberang sungai dengan bergelantungan seperti Tarzan, atau bahkan berjalan menembus hutan, sungai bahkan gunung demi menempuh pendidikan. Mungkin anak-anak itu ingin lebih pintar sedikit dari para petinggi yang sedang rebutan kursi atau sibuk sikut sana sini demi kepentingan sendiri. Kriminalitas yang semakin mengkhawatirkan seiring kehancuran moral dikalangan mudanya. Rakyatnya menatap dengan bingung semua drama dan cerita yang disajikan di papan pengumuman dengan judul mempesona, bombastis, spektakuler dan cetar itu. Kenapa para petinggi itu justru gelut sendiri-sendiri tanpa sadar rakyat sedang menatap drama sinetron yang mereka tampilkan.

Saat ini Axlyozh mungkin sedang sibuk mengejar-ngejar bisnya yang kelewat cepat berjalan, atau sedang sibuk menulis dan membaca drama media. Atau mungkin dia sedang mengamati diam-diam dari tempat antah berantah sepak terjang manusia negeri Pohon sambil ngemil kuaci. Atau dia sedang bermain catur dengan pak tua yang berjenggot putih. Keduanya mungkin sedang pusing bidak mana yang akan digerakkan agar mampu memenangkan permainan itu. Tak peduli dengan keributan negeri Pohon di luar pagar gubuk mereka.

Demikian, salam bagi Axlyozh segeralah tunjukkan batang hidungmu dan bereskan semua kekacauan negeri Pohon. 

6 komentar:

  1. Para petinggi pohon hanya sibuk dengan jabatannya, bagaimana bisa cepat naik pangkat tanpa mau ambil pusing dengan rakyat yang sudah sekarat dengan kebutuhan pokok.


    Diperlukan sayembara untuk menemukan Axlyozh demi ketentraman negeri Pohon, namun siapakah yang dapat memenuhi sayembara itu ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sipowerpoint : sepertinya begitu, hehe perlu pakai sayembara ya sebaiknya, Axlyozh mungkin bukan orang yang haus kekuasaan :)

      Hapus
  2. Axlyozh, orang biasa... orang baik... tetapi tersisih karena propaganda PM Koochack, bala tentaranya dan media...

    Tetapi tenang, saja.... Axlyozh tidak diam saja, ia membenahi negeri ini dengan caranya, entah dapat dilihat oleh rakyat negeri pohon atau tidak. Aku yakin itu... karena dia mencintai negerinya dengan sepenuh hati dan membenahi negeri tidak harus jadi pemimpin - itulah yang dia pikirkan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fikri: uwah temannya Axlyozh ya kamu he he, kok tahu dia begitu.

      Semoga saja begitu, semoga ada yang membantunya menolong negeri pohon di antah berantah itu. Semoga dia nggak cuek dengan kondisi negerinya, malah main catur begitu.

      Hapus
    2. wkwkw
      .
      daripada jadi misteri, saya jawab sendiri saja :D :D

      Hapus
    3. Fikri: hehe wis lah terserah kamu Fik :D

      Hapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.