Rabu, 18 Maret 2015

RAMUAN LUPA

Berjajar toples kaca di atas rak kayu. Potongan cakar kering, bola mata kuda, gulungan kulit ular, cairan hijau menjijikkan, buku tua, guci berdebu, lantai batu abu kehitaman.

Seorang tua dari balik meja,”Apa yang kau butuhkan?” tangan keriput, rambut keperakan.
“Ramuan lupa” ucapku tak yakin. Wajah itu, quines secantik peach, pondok kayu mungil di pinggir sungai Tay .

Dia kembali dengan mata kumbang hitam, sari sopophorous, jahe, bulu jobberknoll, sneezewort scurvygrass.  “Terimakasih.”
Rasanya aneh, kemudian semua gelap.

Mata mengerjap, tulisan di layar : Longyearbyen 08.50 pagi. Kenapa?
“Pagi sayang”
Uh, wanita ini. Bukan di sini.
Ramuan sialan itu, seseorang bangunkan aku.


(Ramuan Lupa dan ramuan lainnya bisa dibaca di sini )

2 komentar:

  1. Mbak Suzy numpang promo bloga baru aq, mudah2an berkenan mau berkunjung, makasih :)

    www.cerpen-case.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Arief WS : silahkan saja, punya blog baru ya khusus cerpen,sip deh

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.