Selasa, 13 Januari 2015

Pengin Selingkuh

Cewek tuh kalau lagi ngobrol bisa berjam - jam. Dari ngomongin A sampai - sampainya ke Z. Mula - mula hanya ngobrolin sesuatu dari tempat makan asyik sampai melebar ke masalah pernikahan hingga melahirkan. Seperti kapan waktu itu ketemuan dengan seorang teman di media sosial dan kita kalau ngobrol gampang nyambung dan tak sadar sudah ngobrol berjam -jam lamanya di tempat itu.

Kalau perempuan lagi ada masalah biasanya bakalan curcol ke sahabatnya dan itu pulalah yang terjadi dengan kami waktu itu. Semula kawan saya bercerita soal kawannya yang sudah pada punya pacar tetapi masih suka digodain cowok. Asal tahu saja kawan saya ini cantik banget. Bahkan dia terus terang bilang kalau dia ngiri dengan kawan kawan ceweknya itu. Bagaimana mereka bisa semudah itu menarik bagi lawan jenisnya. Walaupun hanya sekedar berteman berkenalan ataupun hingga melangkah lebih jauh saya juga tidak tahu. Intinya kawan saya merasa minder ( saya bingung padahal dia sangat cantik apa yang kurang darinya) kenapa bisa minder. Saya juga yakin kalau cowok - cowok pasti banyak yang naksir dia, andai dia masih sendiri atau jomblo. Bukannya dia hendak atau niatan buat selingkuh tetapi dia ngiri saja kenapa kawan-kawannya (yang bahkan tidak secantik dirinya) banyak digodain cowok. Dia masih berumur dua puluhan sih. Lagi pula dia tipe cewek yang setia.

Kemudian saya ajukan pertanyaan yang langsung membuatnya tersekak " Kamu pengin begitu?" maksud saya pengin selingkuh. Dia geleng kepala, tidak pengin. Terus dia masih bilang kalau hanya sekedar digodain cowok saja bukan selingkuh, saya ketawa mendengarnya bilang begitu. Sudah punya cowok, dan dia sendiri setia dengan cowoknya itu kok malah ngiri dengan kelakukan kawannya yang tidak bener itu. Terus masih kata saya lagi, lha kamu digodain cowok aja galak, diapun ngakak. Padahal yang godain banyak, masih katanya "Tapi habis itu kabur mereka". Lah saya ulangi pertanyaan itu "Kamu pengin begitu?" dia jawab "Tidak". Nah itu dia, mungkin sikapmu kali, dia membela "Memang mereka bisa tahu ? kan aku bersikap biasa saja". Akhirnya aku beranalisa soal pintu, mungkin mereka kawannya itu yang pada dikerubungi cowok itu seperti rumah yang membuka pintunya. Sedangkan kawanku ini seperti rumah yang sudah tertutup pintunya, mungkin secara tidak sadar bahasa tubuh atau bahasamu menunjukkan itu. Akibatnya cowok takut mendekat karena sudah pasti ditolak. Dia masih tidak percaya, "Memang itu terlihat meski aku tidak mengatakannya" aku hanya menjawab "Mungkin" aku kan bukan cowok.

Terus kataku "Ingat sebuah surat itu, bahwa laki - laki yang baik hanya untuk wanita yang baik -baik dan sebaliknya wanita yang baik -baik juga hanya untuk laki -laki yang baik pula" dia pun mengiyakan. Kalau dari awal kamu sudah dijalur yang benar dan lurus ya jangan mengikuti jalannya orang yang tersesat itu kata saya sok bijak he he.

Terus dia kembali curcol dengan bertanya kenapa cowok tuh kadang suka susah bersikap romantis dan kadang cuek, apalagi buat pasangan yang LDR. Penginnya cewek kan di sayang - sayang di sms terus di telepon atau apalah gitu. Jawab saya, mungkin dia sudah merasa nyaman dan yakin padamu gak bakalan macem - macem dibelakang dia. Itu juga bikin pasangannya yang berada jauh bisa tentram menjalani hidupnya tidak dipenuhi rasa was -was.

Buat kawanku yang mungkin membaca ini, tetep jadi perempuan baik -baik yang setia pada pasanganmu. Tak ada yang lebih baik dari itu. Lagi pula ibarat jalan, jalan alternatif itu biasanya belum jelas dan serba berliku itupun kalau tidak nyasar pula. Ikuti saja keyakinanmu, dan EGP dengan tingkah kawan - kawanmu. Sesuatu yang tidak baik jangan ditiru, yang baik saja yang dipenginin ya. Memang sangat bahagia ketika ada orang yang perhatian dan sayang pada kita, tetapi jangan sampai kita terjebak dalam perasaan yang salah. Jangan memupuk perasaan sayang pada seseorang yang bukan milik kita.

Seberapa kecilpun kita melukai pasangan, itu luka yang mungkin akan diingatnya seumur hidup. Bahkan meski kita sudah melupakannya. Untuk alasan apapun itu perselingkuhan tetap salah. Kita tentunya tak ingin menyakiti orang yang kita sayangi dan sudah percaya pada kita. Mengagumi seseorang boleh tetapi tidak boleh lebih dari itu, bagaimanapun hati itu lemah , mudah sekali dibolak balikkan. Kita bukan malaikat masih manusia biasa bukan. Hal itu kadang tidak bisa kita hindari, sebaik - baiknya kita mencoba mengatasinya saja.

2 komentar:

  1. Hihihi

    Temanmu dan saya
    Hampir sama
    Punya rasa setia
    Meski kadang cemburu sama mereka
    Digoda banyak pria
    Padahal kita tahu maksudnya
    Pria-pria itu hanya memainkannya

    :)

    BalasHapus
  2. Anisayu Nastutik : wah berarti bagus mbak :) sudak cantik setia pula
    oh ternyata begitu ya mbak hanya mempermainkan saja
    kawan saya perlu baca juga ini hehe

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.