Selasa, 23 September 2014

Obrolan Ngawur

Rakyat tidak salah. Kata seseorang, dan saya kemudian bertanya "Yang memilih semua yang duduk di dewan itu siapa? "
Kata seseorang "Ya rakyat"


Terus kalau mereka sekarang tidak mendengar apa kata rakyat itu salah siapa?
"Ya mereka yang duduk disana"
Loh bukannya itu pilihan mereka? pilihan rakyat juga.
Atau dulu memilihnya termakan uang atau janji - janji palsu.
"Tidak semua orang" jawab seseorang.
"Tetapi sebagian besar orang, bahkan pilihan kepala RT saja mungkin pakai uang" jawab saya.
Terus masih tanya saya " Bahkan presidenpun siapa yang memilih?"
Jawab seseorang lagi "Ya rakyat" oh gitu ya. Terus kenapa sekarang pilihannya sendiri yang disalah - salahkan. Kalau dahulu tahu bahwa yang dipilihnya bukan calon yang baik kenapa dipilih.
Kata seseorang karena "Tidak kenal". Oh gitu.
Terus kenapa dipilih kalau mereka tidak kenal dengan baik.
Kata seseorang "Ya itulah" . Jadi rakyat juga harus didik dulu biar tahu dan memilih orang atau siapapun dengan benar jangan salah lagi, atau setidaknya jika pilihannya keliru jangan asal hujat lagi.
"Di Jepang sana kalau salah terus mundur atau bahkan bunuh diri" kata saya.
"Kalau disini dihukum beberapa tahun atau lari keluar negeri, atau bahkan jika tidak ketahuan kepilih lagi, itulah bedanya dengan mereka" Rasa malu.
"Kan undang undangnya yang salah" kata seseorang.
"Lah siapa yang bikin undang - undang coba?" tanya saya
"Kan undang - undang jaman belanda" katanya.
"Kan tinggal buat undang - undangnya to, siapa yang buat?" 
"Ya mereka dewan yang duduk disana" jawab seseorang.
"Mereka itu pilihan siapa ?" kembali tanya saya.
"Ya pilihan rakyat" jawabnya.
"Jadi rakyat tidak salah kan?" tanya saya.
"..................." 

Kata seseorang kalau kamu menunjuk kepada orang lain, maka tiga jarimu yang lain menunjuk kepada dirimu sendiri.

8 komentar:

  1. obrolon nggak harus selalu serius ya kak, adakalahnya ngawur juga nggak apapa untuk sekedar becanda :)

    ikutan lomba yuk di situs dicuekin.com :)

    BalasHapus
  2. milih wakil kan berisiko to Mbak. 3 jari menunjuk ke diri kita pula.
    padahal ya mbok yang udah kerasa dipilih, jangan jadi pengkhianat.
    atau kalo kemudian dia menjadi koruptor, rakyat bisa usul dihukum apa baiknya menungsa itu.

    BalasHapus
  3. tapi saya kemaren ya milih je.
    partai liqa'saja yang masih saya percaya.
    meskipun saya deras membanjirinya dengan kritik lewat berbagai media.
    tapi ya itu, telunjuk mengarah kesana, yang tiga termasuk jenthik menghadap ke saya kan. Njenengan bener banget.

    BalasHapus
  4. Wahyu Eka P: iya, kalau serius terus bikin capek :)
    lomba ya, sudah baca tadi, hadiahnya besar juga hehe makasih infonya

    Pak Zach : nah itu pak, silahkan diusulkan untuk undang undangnya itu biar ada efek jeranya. wah kalau hianat hianatan saya gak ikut ikut loh pak hehe
    wah liqa' nya ada partainya pak, atau bikin partai sendiri itu malahan, saya golput pak :)

    BalasHapus
  5. trus rakyatnya yang milih siapa coba????hehehe
    oya salam kenal,kunjungan perdana nih

    BalasHapus
  6. yanto cungkup: siapa yaaa hehe, salam kenal juga
    terimakasih sudah berkunjung :)

    BalasHapus
  7. yanto cungkup : hihi saya bukan mas, bu saja :)

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.