Jumat, 22 Agustus 2014

Cara Membuat Sop Patin Pedas

Cara Membuat Sop Patin Pedas
Sop Patin Pedas

Ikan Patin termasuk ikan yang menurut saya tekstur dagingnya mirip lele hanya saja lebih besar dan lebih berlemak. Bagi sebagian orang ada yang menyukai aroma dagingnya yang menurut saya sekilas mirip ikan Bandeng ( bau sedikit seperti lumpur ), ada pula yang tidak menyukainya karena baunya ini. Ikan patin termasuk ikan air tawar yang cukup mudah dibudidayakan. Ikan air tawar ini lebih cepat besar dan lebih baik jika berada di air yang mengalir. Lain dengan lele yang lebih suka hidup di air keruh atau berlumpur. Ikan ini juga lebih kuat tidak seperti Gurami yang kalau kaget saja gampang mati. Maksud saya ikan Gurami itu jika diganti airnya tidak cocok, atau ada benda jatuh ke kolam dengan keras bisa gampang stres dan mati. Karena lamanya ikan Gurami besar hingga makanannya yang tidak mau melulu pelet ikan itulah maka saya paham kenapa ikan ini lebih mahal. Saya bisa cerita sedikit karena di rumah orang tua pernah memelihara ikan seperti Tawes, Nila, Tombro, Gurami, Lele, Gabus, hingga Belut dll. Jadi sedikit banyak saya tahu bagaimana memeliharanya.

Sop Patin Pedas

Cukup sediakan ikan patin segar dan bersihkan, potong sesuai selera. Selanjutnya siapkan juga bahan sop lain, jika suka bisa tambahkan wortel, dan kembang kol. Bumbu yang diperlukan standar saja seperti sop pada umumnya, bawang putih, lada, kemiri, garam sedikit gula. Sebagai bahan pengharum tambahkan daun jeruk, serai, potongan jahe, cabai rawit merah utuh, dan irisan daun bawang. Tumis bumbu halus hingga harum masukkan daun jeruk, serai, jahe, tambahkan air secukupnya. Tunggu hingga mendidih masukkan ikan patin tunggu sebentar lantas masukkan wortel dan bahan lainnya. Tunggu sebentar, sebelum matang dan diangkat masukkan irisan daun bawang dan cabai rawit merah utuh, setelah matang angkat dan sajikan panas - panas. Demikian semoga bermanfaat.

Sedikit tips, ikan patin seperti lele agak lebih mudah hancur ketika dimasak kuah, hindari mengaduk secara berlebihan. Patin termasuk sedikit berlemak dan amis, beri sedikit air perasan jeruk nipis jika tidak suka baunya. Jika kamu membeli ikan patin hidup ketika langsung hendak dimasak biasanya lebih mudah rontok / lunak, beda dengan ketika kita membeli ikan patin yang sudah mati di supermarket cenderung lebih padat tidak gampang rontok ketika dimasak. Daging ikan patin segar meskipun dimasak akan lebih berwarna cerah mendekati putih, jika dibeli dalam keadaan mati akan kecoklatan ketika matang. Ikan patin ada bermacam jenis, ada yang cenderung hitam legam agak kecil adapula yang sedikit besar gemuk dan keabu - abuan ( dua jenis yang pernah saya temui disini ).

4 komentar:

  1. ikan patin, saya belum pernah nyoba mbak. mungkin sama seperti kata mbak diatas tadi. kalau menu sopnya boleh diganti dengan ikan laut ?

    BalasHapus
  2. fajar p kurniawan : coba saja kalau suka ikan patin seperti lele agak berlemak, ikan laut boleh saja kalau suka, hanya saja lebih amis kalau ikan laut menurut saya. mungkin dipindang seperti bandeng lebih cocok.

    BalasHapus
  3. mmm, pas bgt deh, pas mampir kesini lg laper disuguhin yg nikmat, nanti saya balik dulu ngambil piring ama nasi ya mbak.. boleh kan? ^_^

    BalasHapus
  4. Penghuni 60 : silahkan mas, boleh boleh saja :D
    mumpung belum habis hehe

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.