Sabtu, 28 Juni 2014

MENULIS TANPA PERSIAPAN

Judulnya memang agak aneh, dan seperti itulah yang sedang terjadi saat menulis ini. Menulis dan belum tahu pasti apa yang akan saya tulis di sini. Barusan membaca postingan seseorang dan saya malah ikut bingung, bingung karena saya untuk kesekian kalinya gagal paham. 



Dari pada menulis tidak jelas saya mau menuliskan pengalaman kawan saya beberapa waktu lalu. Ceritanya kawan saya ini punya kawan di sosmed ehm sebut saja si A. Si A ini merupakan minoritas diantara kawan- kawannya. Jangan ambil kesimpulan minoritas apa ya, disini bisa minoritas diberbagai hal, bisa saja minoritas dalam pemikiran, minoritas dari keyakinan, minoritas dalam pergaulan, minoritas dari cara berpakaian dll. Semula si A ini tidak begitu mencolok, atau menunjukkan jati dirinya, atau cenderung diam saja. Lama kelamaan kawan saya yang masuk kelompok mayoritas merasa kalau si A ini ternyata sebagai seorang minoritas terbilang cukup berani. Maksud saya kebanyakan minoritas lainnya akan tidak terlalu 'menunjukkan' keberadaan mereka. Dan dalam sebuah statusnya si A ini menuliskan apa yang sedang dia pikirkan itu. Kawan saya cukup kaget mengetahui hal ini, bahkan untuk seorang yang masih ada dalam kelompok mayoritas dia tidak terima atas hal itu. Tetapi justru kawan saya ini akhirnya berpikir 'beginikah rasanya' . Bahkan dalam posisinya yang mayoritas saja dia masih merasa tidak enak, padahal dia bukan minoritas. Mungkin cerita saya agak membingungkan ya, intinya kawan saya ini menyadari bahwa berat juga ya menjadi seorang minoritas. Menerima bombardir pemikiran mayoritas, bahkan mungkin menerima hinaan dan caci maki. 

Dari pada rebutan mana yang benar atau mana yang salah, lebih baik kita instropeksi diri saja dan berbuat baik sebanyak- banyaknya. Menurut saya begitu. Walau bagi saya masih banyak tanda tanya besar yang belum terjawab sepenuhnya.Dan saya tidak berhenti mencari jawabannya.

Seperti judulnya tulisan ini tanpa persiapan hanya saya tuliskan begitu saja, sebenarnya semua tulisan saya begitu, hanya terkadang sudah ada konsepnya di kepala. Hanya cukup merangkainya dalam beberapa menit saja, kelihatan juga amburadulnya ya hehe.

Ah iya menurut saya kehidupan ini seperti kita mau bepergian atau melakukan perjalanan, ada yang memilih jalan kaki, ada yang memilih naik motor, ada yang memilih naik mobil, ada yang memilih naik bis, kereta api, pesawat atau kapal laut. Tinggal kita hendak memilih yang mana, kita nikmati saja perjalanannya, dan segala hal yang hendak kita lihat kita nikmati di perjalan ini. Toh pada akhirnya kita sampai pada tujuan yang sama.

2 komentar:

  1. Satu sisi yang bagus pada "teman" Anda yaitu dapat mencoba merasakan apa yang dirasa orang lain.

    BalasHapus
  2. One Reason : hmm..ya, saya rasa begitu

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkenan membaca tulisan ini. Jangan lupa tinggalkan jejak komentarmu di sini.